Bersyukur

970 Words
... Irene?! Alka seperti mengalami serangan jantung mendadak. Ia tidak menyangka bahwa akan mwndapatkan pesan dari Irene. Ya! Jelas ini dari Irene, nomornya belum ia save. Dan foto profil ini jelas foto Irene. Kris yang melihat alka Online namun tak segera membaca chat yang ia kirim melalui ponsel istrinya pun heran. “Anak ini online tapi kenapa gak baca chat ya?” Gerutu kris. Irene yang medengar gerutuan suaminya pun berkata “coba aja telpon mas”. Kris mengangguk dan langsung menekan tanda panggilan di profil Alka, terdengar suara nada sambung telepon. Alka yang menyadari ada panggilan masuk dan itu dari Irene, langsung terbangun dari duduknya DEG!!! Alka mencoba menenangkan diri dan menekan ikon hijau tanda untuk menjawab panggilan. “Ha..halo?” ucap alka dengan suara bergetar. “Al! Darimana aja sih! Kamu online tapi lama banget baca dan jawab telpon Om!” Alka langsung tersentak dan melemas karna ternyata yang menelepon dan mengirim pesan adalah Om Kris. “Eh.. emm.. maaf om, tadi lagi telpon sama temen, tadi juga aku ragu mau angkat telponnya karna nomornya gak aku kenal” kali ini alka berbicara dengan nada yang lebih tenang. “ Oh gitu, sorry ya om hubungi kamu pakai nomor irene, karna ponsel om lowbat daan lagi di charge.om mau tanya ukuran sepatu kamu.. please jawab, gak usah banyak ngeles!! Kamu udah tau kan buat apa om nanya ukuran sepatu kamu..!” kris berbicara tanpa spasi. Alka yang mendengar om nya berbicara tanpa spasi menggelengkan kepala dan tertawa kecil. “Iya iya om, ukuran sepatu ku 43. Oh ya om, aku lagi butuh sneakers baru sih kebetulan. Jadi kalau om mau kasih kado sepatu, boleh yang jenis sneakers. Hahaha” alka tertawa agak keras kali ini. “Hmm.. gitu ya! Ngelunjak kayaknya ya kamu! Pake request segala.” Kris menyindir alka dan sedikit menggerutu. “Hehehe, damai Om! Lagian om repot-repot segala sih! Kan alka udah bilang Alka Cuma butuh doa” “Yaa gak apa kan kalau om mau kasih kado juga, kalau doa sih gak usah diminta Al, om pasti doain kamu. Yaudah oke, gitu aja ya. Udah larut malam, kamu istirahat, nigth Alka.” Ucap kris seraya menutup panggilannya. ... “Sayang, semalem aku udah nemu model sneakers yang kayaknya cocok buat Alka” ucap irene saat mereka sedang sarapan. “Oh ya? Coba lihat kaya gimana?” tanya kris penasaran. Irene membuka ponselnya dan membuka sebuah foto di galeri Ponselnya dan menunjukkan kepada kris. Kris yang melihat foto sepatu yang dimaksud irene, tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. “Basket series ya sayang?” “Iya sayang, warnanya dark grey kombinasi merah dan biru, aku pikir itu cocok dengan Alka, karna beberapa kali ketemu dia anak itu selalu berpakaian kasual.” Jelas Irene. “Oke boleh, nanti malam kita beli ya di outlet nike di mall Puri” “oke sayang, nanti kita langsung janjian disana aja ya, supaya kamu gak bolak-balik.” “sipp! “ kris mengacungkan jempol. ... Jam menunjukkan pukul 09.30. Lia yang sedang sarapan menyadari bahwa kakak laki-laki nya itu belum bangun. Ia lalu menuju kamar alka, memang benar laki-laki itu jelas masih asik menggambar pulau di bantalnya. Lia bergegas membuka jendela kamar kakaknya dan membiarkan sinar matahari masuk dan menyorot tepat dimuka Alka. Alka yang merasa ada yang menembak mukanya, membuka mata perrlahan dan menutup matanya dengan tangan. “Silau banget! Siapa sih yang buka jendela” Teriaknya. Iya mengalihkan pandangannya kearah lain, dan melihat lia duduk bersila di sofa kamarnya. Lia menatap kakaknya dengan tatapan tajam. “Dek! Lo ngapain sih?!!” “Bangun woy!! Jam berapa nih? Lo gak bisa ya sehari aja bangun pagi? Bangun mesti nunggu jam makan siang!” decak Lia kesal. “Ngapain sih gue mesti bangun pagi??! Gak ada kegiatan juga “. Jawab alka asal. “Mas! Gue juga pengen sarapan bareng lo! Pengen kumpul dimeja makan pas pagi hari, pengen kayak waktu masih ada ayah, kita semua sarapan bareng, bercanda sebentar sebelum kita memulai aktifitas!” Kini suara Lia terdengat bergetar, ia menahan marah dan tangisnya. Lalu ia keluar dari kamar alka dan membanting pintu kamar kakaknya dengan kencang. Membuat Alka tersentak kaget. Tidak pernah adiknya bersikap kasar seperti itu. Alka menundukkan wajahnya dan mengacak asal rambutnya, ia tidak tega melihat adiknya seperti itu. Ia menyadari kesalahannya. “maafin alka, Ayah”. Ucap alka dalam hati. ... Irene bersiap untuk pergi ke Mall Puri, karna ia sudah janji dengan suamiya untuk membeli sepatu yang akan dijadikan kado untuk Alka. Setelah bersiap, irene memesan Taksi Online, dan tak lupa ia mengirim pesan untuk suaminya. “Sayang, aku otw ya..” “Iya sayang, hati-hati ya. See you there” balas kris. Mereka akhirnya bertemu di lobby mall puri. Kris yang melihat istrinya sudah sampai langsung menghampirinya, kris memandangi istrinya dari atas sampai bawah, senyum merekah terpancar dari wajahnya. Irene yang melihat suaminya memandanginya dari atas sampai bawah secara otomatis melihat ke dirinya sendiri dan bertanya “ ada yang salah ya sayang sama penampilan aku?”. Kris menggeleng cepat dan menjawab “ no honey, you’re beautiful”. Kris mengucap syukur dalam hati karna memiliki istri muda dan cantik seperti irene, penampilan irene yang sederhana menggunakan dress satin selutut dan wajahnya hanya dipoles dengan makeup tipis karna memang dia sudah memiliki wajah yang putih bersih dan cantik, belum lagi hidung mancung sempurna, oh ya jangan lupakan alis nya yang memiliki bentuk sempurna sehingga ia tidak perlu sibuk memghabiskan waktu untuk membentuk alis seperti wanita-wanita diluar sana. Membuat penampilannya mampu membuat jiwa para lelaki meronta saat melihatnya. ... ... ... "Di episode 1 - 10, ceritanya masih tipis-tipis guys. Tapi di Episode 11 - end. Bakalan banyak konflik yang terjadi antara Alka & Irene. So Stay Tuned terus yaa!!!" comment di setiap episode ya, aku mau tau pendapat kalian di setiap episode.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD