Cantik, Dewasa, dan Sederhana

1202 Words
… “Om, makasi ya udah ngajak aku makan malam disini. Masakan mbak Irene enak banget!” Ucap alka sambil mengacungkan jempol kearah irene. Kris tersenyum melihat alka yang terlihat sangat senang, setidaknya ada sedikit hal yang membuat mood nya membaik. “Sama-sama Alka, aku seneng kalau masakan ku laris manis malam ini” jawab irene seraya tersenyum dan mengelus tangan suaminya. “Al, kita ngobrol di ruang tengah aja ya, sambil nonton televisi”. Ajak kris “Oke om..”. Alka mengikuti langkah kris menuju ruang tengah, mereka duduk santai di sofa. Kris menyalakan televisi, dan memilih acara talkshow untuk mereka tonton. Namun jelas itu hanya sebuah formalitas, kris ingin mengajak bicara keponakannya itu dari hati ke hati. Irene melihat ke arah suami dan keponakannya, ia tau bahwa suami nya ingin berbicara hal penting. Setelah menaruh piring kotor di wastafel, ia pun mengambil beberapa cemilan dan menyiapkan soft drink. “Ngobrolnya sambil nyemil ya.. biar makin seru” ucap irene sembari menaruh cemilan dan minuman di meja depan TV. “Makasi sayang” kris memandang wajah istrinya dengan tatapan manja. “Makasi mbak Irene, sekali lagi maaf aku menganggu waktu om kris dan mbak irene” alka menunjukkan muka menyesal. “It’s okay, Alka.” “ mas, aku ke kamar ya..”. Irene menuju kamar. Kris mencoba membuka pembicaraan. “Al, om sudah tahu masalah kamu dengan mama kamu. Tadi mama kamu sempat telpon om”. “Jadi om udah tau? Maaf ya om kalau aku terkesan seperti anak ABG yang punya sifat kekanak-kanakan”. “Om paham mau kamu, Om juga paham sifat mama mu. Karna dia kakak Om”. “om gak akan memihak ke siapa-siapa, Cuma mau jadi penengah aja.”. “Om tau kamu belum siap untuk urus perusahaan Ayah kamu, dan belum siap dengan segala tanggung jawabnya. Terlebih karna kamu tidak menyukai hal itu, Ayah kamu punya perusahaan Jasa Pengiriman, jelas beda sekali dengan passion kamu yang suka dengan Desain Interior, dan om tau betul cita-cita kamu sejak dulu, kamu mau punya usaha Meubel sejak dulu. Tapi Al, mama kamu gak ada pilihan lain, mama mu sudah waktunya istirahat, usianya sudah menginjak 50 tahun, besar sekali harapan beliau ke kamu supaya mau menggantikan pekerjaan Ayah kamu yang saat ini dia ambil alih.” “Tapi om kan ada ….” Alka mencoba menyela pembicaraan Kris. “Tunggu dulu, om belum selesai bicara. Soal lia, lia itu perempuan Al, dia pun masih mahasiswa semester 2. Apa bisa diberi tanggung jawab soal perusaahaan?. Cuma kamu Al,Cuma kamu satu-satunya yang bisa diharapkan. Gak ada salahnya kamu coba Al..”. Alka hanya diam mendengar semua penjelasan om nya, lalu ia menjawab “oke om, akan aku pertimbangkan, terima kasih sekali lagi om untuk pengertian dan penjelasannya.”. “Bagus, itu baru keponakan om. Dan kamu tau, om sayang sekali sama kamu. Kalau ada masalah kamu bisa cerita sama om”. Kris merangkul pundak Alka. ALka tersenyum lega melihat bahwa om Kris tidak berubah sama sekali, meski sudah lebih dari 6 bulan tidak bertemu dan jarang berkomunikasi, om kris tetap seperti yang dulu. Dia menyanyangi Alka tanpa syarat. Kris melihat jam dinding diruangan itu, dan waktu menunjukkan hampir jam 12 malam. “Kamu nginep disini aja ya, sudah malam, yaaa om tau kamu laki-laki. Tapi lebih baik kamu nginep disisni semalam dan pulang besok pagi. Sekarang kabari mama mu kalau kamu akan menginap disini..” suruh kris kepada Alka. Alka mengangguk dan mengambil ponsel di saku celananya. “ Ma.. aku nginep dirumah Om Kris, besok pagi pulang”. 5 menit menunggu balasan chat mama nya, Alka berpikir bahwa mama nya sudah tidur. Kris dan Alka melanjutkan acara ngobrol mereka dibarengi dengan menonton sepak bola. Sesekali mereka berteriak terbawa suasana selebrasi saat tim favorit mereka mencetak gol. Irene yang sempat tertidur, terbangun mendengar suara teriakan dua laki-laki itu, ia membuka pintu kamar dan melihat ke ruang tengah. “ahh, mereka ini. Dan suamiku boys will be boys!” “aku tidak akan menganggu momen kebersamaan mereka” ucap irene dalam hati. Ia kembali ke kamarnya. Waktu menunjukkan jam 3 pagi. Alka dan Kris sudah tidak kuat menahan kantuk. Mereka memutuskan untuk istirahat, Kris memberitahu kamar tamu yang bisa dipakai Alka untuk beristirahat. “Kamu tidur disini gak apa ya Al? Maaf kamar tamunya kecil”. “Gak apa om, bersyukur masih bisa ketemu kasur. Hehehe” jawab alka sambil terkekeh. “Oke kamu istirahat, om mau istirahat.” . Kris pergi ke kamarnya. Mendapati sang istri yang ternyata tidur nyenyak, kris berhati-hati saat ingin menaiki tempat tidur dan menarik selimut secara perlahan supaya istrinya tidak terganggu. … Pagi hari, Irene sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan keponakannya. Alka yang sudah bangun, dan seperti biasa saat bangun tidur, dia akan mencari air putih. Ia menuju dapur daan mendapati Irene yang tengah sibuk memotong sayur. “Pagi mbak.” Sapa alka “Hai Alka, udah bangun?” saut irene sembari menoleh dan tersenyum ke arah alka. Alka yang melihat senyuman irene, menelan saliva nya dan tiba-tiba saja hati nya bergetar. Entah perasaan apa ini, namun senyum irene sangat manis sehingga membuat jantungnya sedikit berhenti berdetak. “Om kris belum bangun? Kok belum keliatan?” jawab alka yang mencoba menetralkan perasaan hatinya. “Sudah kok, mungkin lagi mandi..” Tak lama kris keluar dari kamar dan menghampiri irene, kris mengacak-acak rambut alka saat ia tahu bajwa keponakannya itu sudah bangun. “Tumben bisa bangun pagi?” ledek kris. “Ahh om, ya bisalah, kan lagi nginap dirumah orang, masa bangun siang, keliatan kebo nya nanti” jawab alka malu-malu. “Om aku numpang mandi yaa…” alka beranjak ke kamar mandi tanpa bertanya dimana letak kamar mandi tersebut, ya karna dia memang sering berkunjung kerumah kris sebelumnya. Jadi ia hafal betul sudut-sudut dan ruangan dirumah ini. Kris menatap Irene dari belakang, melihat istri cantiknya yang sibuk membuat sarapan, memunculkan ide jailnya, dia memeluk irene dari belakang, mengangkat rambut wanita itu yang tergerai. Mencium tengkuk leher irene hingga tanpa sadar irene mengeluarkan suara desahan kecil. Kris yang merasa istrinya sedikit terangsang, menjadi semakin jail. Dengan sengaja meremas pelan p******a istrinya itu, jelas itu membuat irene semakin mengerang dan mengeluarkan desahan yang cukup lumayan terdengar. Mereka melakukan keintiman itu tanpa sadar bahwa ada sepasang mata yang melihatnya. Alka yang sudah selesai mandi tercengang melihat adegan itu, dia sedikit menikmati. Dan konyolnya ,pikirannya pun membayangkan jika kris adalah dirinya. Betapa bahagianya memiliki istri cantik, dewasa, dan sederhana seperti Irene. “Ahh ngaco!!!”. Decak alka. “Siapa yang ngaco Al?”. Kris membangunkan Alka dari lamunannya, dan jelas membuat Alka merasa kaget dan bingung harus menjawab apa. “Eh… ng.. itu om, gak apa-apa kok” “alka permisi ke kamar om, mau ambil barang-barang”. Alka segera beranjak pergi dari hadapan Kris. … haaiiii semoga kalian suka yaa dengan cerita Irene, Kris dan Alka.. jangan lupa untuk comment di setiap episode supaya aku tau pendapat kalian soal cerita ini. "terima kasih.. cerita akan aku up setiap hari antara jam 14.00 - 19.00" tungguin terus kelanjutan cerita Alka yang diam-diam....??? (NO SPOILER) ssttt! hehehhe
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD