Di dalam kamar Alka membuang nafas kasar. Pikirannya kacau dan ia mengacak-acak rambut belakangnya secara kasar!
“ apa-apaan sih gue! Bisa-bisanya mengkhayal yang enggak-enggak! Untung om Kris gak curiga..” .
Setelah membereskan penampilan dan mengambil beberapa barang di kamar, alka pun keluar kamar dan menuju meja makan.
Kris dan Irene sudah menunggunya, ia terlihat menjadi canggung dan gugup berada ditengah om dan istrinya itu.
“Al, kok bengong? Ayo sarapan!” Perintah kris.
“Eh iya om.. maaf aku barusan kepikiran gimana cara yang tepat untuk ngomong ke mama soal masalah kemarin..” jawab Alka, jelas alka hanya ingin menutupi kecanggungannya karna ini kali kedua om nya memergokinya melamun.
“Ya pokoknya kamu bicara baik-baik ke mama kamu dan ingat!! Pertimbangkan baik-baik sebelum membuat keputusan.”.
“ Baik Om..”.
“Mas, hari ini aku rencana ke supermarket ya, karna banyak keperluan dapur yang mulai habis.”.
Kris mengangguk “ tapi aku gak bisa antar kamu sayang, karna ini aja aku udah telat ke kantor” lanjutnya.
“Gak apa mas, aku bisa naik taksi online”.
“Ehmm.. Al, keberatan gak kalau om minta tolong sesuatu?” tanya Kris kepada Alka.
“Apa Om?”.
“Tolong antar irene ke supermarket ya? Kamu drop aja, nanti biar dia pulang naik Taksi Online”.
“Oke om, bisa kok” Alka mengangguk dan tersenyum.
Entah kenapa dibalik senyumnya ada kekhawatiran dalam hati, alka kembali merasakan desiran panas dalam dirinya. Entah apa artinya itu, apa mungkin benar dia menyukai Irene?! Jelas itu konyol. Mana mungkin ia menyukai istri om nya!.
“Mas gak usah, aku pergi sendiri aja. Nanti malah ngerepotin Alka” Irene mencoba menolak ide suaminya.
“Mbak Irene gak usah sungkan, lagian searah kok supermarketnya dengan jalan pulang ku, jadi sekalian gak apa-apa”. Ucap Alka meyakinkan Irene bahwa ia tak merasa direpotkan.
“Udah kamu bareng Alka aja ya, aku berangkat dulu. Udah siang” “Al, om duluan ya. Habisin sarapan kamu, nambah kalau perlu!” Kris keluar rumah di dampingi irene. Tak lupa mencium kening sang istri sebelum pergi.
“Hati-Hati ya sayangggg!!” teriak irene sambil melambaikan tangan.
Irene kembali kedalam dan melihat Alka sudah selesai sarapan.
“Udah sarapannya?”
“Udah mbak,..” alka tersenyum kecil.
“Tunggu sebentar ya, aku beresin meja makan habis itu siap-siap. Gak apa kan kamu nunggu sebentar?”.
“Santai aja mbak, aku tunggu diruang tamu aja ya mbak”.
Irene mengangguk setuju.
Setelah selesai ganti baju dan bersiap Irene manghampiri Alka di ruang tamu.
Alka yang sibuk memainkan ponsel tersadar bahwa irene sudah di depannya.
“Udah siap mbak?” tanyanya.
“Udah. Yuk.”
Alka menunggu di dalam mobil.
Saat Irene masuk kedalam mobil dan duduk di samping kursi pengemudi, alka merasakan gugup untuk kesekian kalinya, dia benar-benar kacau dengan perasaannya.
“SIAL!!!” teriaknya dalam hati.
Selama perjalanan mereka memilih untuk tidak terlalu banyak bicara, hingga akhirnya Alka memberanikan diri untuk bertanya kepada Irene.
“Emm.. mbak, aku boleh tanya sesuatu?”
“Boleh dong! Tanya apa?”
“Ceritain sedikit dong tentang awal ketemu sama Om Kris. Hehehe. Aku kepo dikit sih, maaf ya mbak jangan tersinggung, karna kan status om Kris bukan pria lajang. Boleh tau pertimbangan apa yang membuat mbak Irene menerima Om Kris?”
“Gimana yaa.. bukan gak mau cerita. Tapi bingung cerita nya mau dari mana. Hmm.. tapi yang pasti aku bukan tipe wanita yang mencari pasangan hidup dari segi status, Harta atau Wajahnya. Tapi dari hati dan ketulusannya, yaa aku melihat itu dari mas Kris.. mas Kris baik banget, dia tulus, dan mencintaiku apa adanya.” Irene menjelaskan dengan ekspresi muka yang sangat mengagumkan, Alka yang sesekali memandangi wajah itu benar-benar tersihir dengan kecantikan Irene.
Alka menganggukan kepalanya pertanda mengerti dan tersenyum mendengar penjelasan Irene.
“Irene, kamu membuatku jatuh hati!”. Ucap alka dalam hati.
Mereka sampai di depan Supermarket.
“Makasi banyak ya Alka, maaf aku ngerepotin..”
“ Gak mbak, aku gak kerepotan sama sekali.”
“Oke kamu hati-hati ya pulangnya, jangan ngebut” ucap Irene sambil membuka pintu mobil lalu keluar dari mobil Alka.
Irene berjalan masuk ke dalam supermarket, Alka masih menatap kepergiannya.
“Maafkan Aku Om!! Tapi aku Jatuh Hati kepada Istrimu! Tapi Om tenang aja, rasa ku ini bukan ingin memilikinya, hanya sebatas mengagumi sikap, sifat, dan kecantikannya”.
....
haiiii gimana gimana?? hehehe udah agak seru ya perasaanya Alka! tapi tenang! alka bukan tipe pebinor kok..wkwkwkkw
"comment di setiap episode yaa" thankyou!