Bab 23

1330 Words

Pasangan suami istri itu tampak saling berpelukan dengan nyaman. Tak mempedulikan jam yang sudah menunjukkan pukul 08:00. Bahkan, para sanak saudara sudah selesai mandi dan hendak makan pagi bersama. Mama Sari yang tadi bangun pagi-pagi sekali untuk membuat terang bulan dan tentunya dibantu oleh para pembantu rumah tangga untuk masak sayur dan lainnya. Hari ini para sanak saudaranya akan pulang siang hari. Mama Sari yang repot pun tak sempat membangunkan Gibran dan Aira. Dia meminta salah satu sepupu untuk membangunkan keduanya. Sontak saja, Gibran dan Aira terlonjak kaget saat mendengar ketukan pintu yang lebih mengarah kepada gedoran. Gibran mengusap kedua matanya dan menatap Aira yang juga baru bangun dari tidurnya. "Siapa itu?" Gibran mengedikkan bahu. "Biar aku buka pintunya!" A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD