Bab 22

1203 Words

Malam ini semua saudara tidur di rumah Gibran sehingga suasana rumah terdengar ramai. Aira yang tak bisa tidur karena merasa lapar pun membuat Gibran yang baru tertidur sejam yang lalu merasa terusik. Bagaimana tidak sedari tadi sang istri tak bisa diam di atas ranjang. Selimut pun sampai di setengah paha gara-gara ulah Aira. Gibran mengusap wajahnya kasar, menahan kantuk dia menatap Aira yang gelisah. "Ada apa?" tanyanya berusaha lembut karena sepertinya perasaan ibu hamil itu tidak sedang baik-baik saja. "Aku tak bisa tidur," jawab Aira langsung diam. Membuat Gibran menahan kesal. "Kenapa? Lapar?" tebak Gibran. Sepemahamannya bahwa ibu hamil pasti akan merasa lapar di tengah malam. "Iya." Aira berharap Gibran bertanya lagi apa keinginannya kali ini. Karena dia tak bisa membuatnya u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD