Aira mengelus perutnya dengan pelan. Dia menatap ke samping, tak ada Gibran yang seharusnya udah tidur di jam segini. Pertanyaannya, dimana lelaki itu berada? Dia memiringkan tubuh, lalu bangkit duduk. Menyibak selimut. Melangkahkan kaki berjalan ke luar kamar untuk mencari Gibran. Dari ruang tamu sampai dapur. Rupanya lelaki itu sedang menikmati mie goreng. Aira menggelengkan kepala melihatnya. "Gibran," panggilnya dengan suara pelan. "Iya." Gibran menoleh ke samping dengan raut wajah terkejut. Aira mengambil duduk di sebelah Gibran, dia menatap mie goreng itu dengan muka pengen. Mie goreng dengan irisan sosis dan timun juga telur. Siapa yang tak tergoda akan makanan itu? "Kenapa kamu bangun jam segini?" "Lapar," cicit Aira yang masih menatap mie goreng tersebut. "Kalau lapar ya

