“Ah, ya enggak dong, Ta. Aku kan tipe setia.” Mas Andi menjawab tapi gestur tubuhnya nampak sedikit kikuk. Aku bisa melihat Aryo dkk sudah duduk di meja dekat dengan kami. Hanya terhalang satu meja saja. “Amin. Kania harap Mas Andi gak bohong soalnya kalau bohong nanti Kania doain, Mas Andi bakalan kayak mantan Kania.” Sengaja aku mengeraskan suaraku berharap terdengar sampai ke meja Aryo. “Hati-hati, Loh Ndi, ucapan Kania itu seringnya kejadian. Dulu aku disumpahin bakalan pacaran sama cewekku padahal dulu aku sama Tika kalau ketemu kayak kucing dan anjing. Eh, beneran kejadian. Makanya kamu ati-ati, tahu kan mantan Kania ngapain? Terus sekarang dianya gimana?” Heri sengaja ikut memanas-manasi. “Betul ibarat kata si pahit lidah si Kania ini si manis lidah, ya gak Nia?” kini giliran An

