bc

(Bukan) Sekedar Istri Pelampiasan

book_age18+
184
FOLLOW
1K
READ
HE
escape while being pregnant
opposites attract
dominant
heir/heiress
drama
bxg
like
intro-logo
Blurb

"Aku kembali bukan untukmu, Alan. Aku kembali untuk menghancurkan orang-orang yang telah menghancurkan nama baikku."

***

Roseline Williams, terusir dari rumahnya sendiri karena sebuah fitnah. Suaminya marah besar, Alan mengusir Rose di muka umum lalu membiarkan Rose terlunta-lunta di jalan tanpa ingin mendengarkan penjelasannya.

Hubungan mereka berdua retak, Rose menaruh kebencian kepada Alan yang malah enggan memutus ikatan pernikahan mereka hingga Rose tidak bisa menikah dengan orang lain. Keduanya saling menyakiti satu sama lain meski percikan cinta di antaranya masih terasa. Alan masih terobsesi kepada Rose yang liar, tapi dia tenggelam oleh gengsi karena telah mengusirnya dari rumah.

Bagaimana kehidupan mereka akan berlangsung? Mereka seperti dua kutub yang saling berlawanan, yang kemudian terus saling membenci.

Sementara Rose terobsesi mengungkap siapa dalang yang memfitnahnya di rumah itu.

chap-preview
Free preview
Malapetaka Pernikahan
“Pergi dari rumahku! Tidak tahu diri! Berani sekali kau menggunakan kamar pribadi kita untuk tidur dengan selingkuhanmu!” Suara seorang lelaki bernama Alan Brown Wilson menggema di depan sebuah kamar. Napasnya terengah saking emosinya kepada seorang wanita yang baru saja terjatuh ke lantai akibat dorongannya. Alan tidak peduli apa wanita itu terluka atau tidak, dia hanya ingin wanita itu pergi dari rumahnya. “Kau percaya aku selingkuh dengan lelaki lain?” tanya Rose dengan tangis getirnya. “Apa kau pikir aku buta?! Aku melihatmu dengan mata kepalaku langsung! Kau tidur dengan lelaki asing di kamar ini saat kau merasa aku tidak akan kembali!” teriak Alan. Dia teringat sebelum kepergiannya ke luar kota pagi ini, ponselnya tertinggal di kamar. Untuk itu dia kembali ke rumah secepatnya, tetapi alhasil dia menemukan pemandangan mengejutkan. Rose sudah setengah polos tidur di samping seorang lelaki yang memeluknya dari arah belakang. Itu membuatnya emosi setengah mati, bagaimana sakit dikhianati oleh istrinya sendiri. “Aku tidak pernah mengkhianatimu. Tidak pernah sekalipun, Alan. Kenapa kau langsung menuduh tanpa mencari tahu kebenarannya lebih dulu? Padahal kita sudah bersama selama 2 tahun, harusnya kau lebih mempercayaiku dan mendengarkanku dulu.” “Kau melimpahkan kesalahan padaku? Apa kau gila?!” Alan semakin emosi. Ditariknya lengan Rose hingga wanita itu tertatih-tatih mengikuti langkah lebarnya menuju lantai bawah. Wanita itu merintih, tapi Alan tidak ingin dengar lagi. Dia pun melempar tubuh Rose hingga terjatuh ke aspal depan rumah seperti membuang sampah tidak berguna. Sebuah koper besar ikut terlempar membuat Rose tertunduk karena takut mengenai tubuhnya. Namun, ternyata tidak. Koper itu hanya berguling di sampingnya, mengisyaratkan bahwa dia sudah tidak diterima lagi di rumah ini. Wanita berusia 27 tahun bernama lengkap Roseline Williams itu melihat orang-orang yang berdiri di sekitarnya. Alan, ibu dan ayah mertuanya, seluruh pelayan, mereka hanya menyaksikan, bahkan beberapa ada yang tersenyum seakan senang dengan kejadian ini. Hati Rose sakit luar biasa. “Mulai detik ini kau pergi jauh dari rumah dan jangan sekali-kali berani menampakkan diri di depan wajahku!” bentak Alan lagi. Rose hanya bisa menangis, tangannya sedikit gemetar ketika meraih koper dan berusaha bangkit dari aspal. Tidak ada satu pun orang yang membelanya, sebab Alan adalah yang paling berkuasa di rumah ini. Terlebih, fitnah yang datang kepada Rose telah disaksikan langsung oleh mereka. Siapa yang akan percaya kejujuran Rose sekarang? *** Rose akhirnya memilih pergi dari rumah megah yang ditinggalinya selama 2 tahun itu. Kisah cinta yang dulu hangat dan harmonis, Alan yang selalu bersikap manis sekaligus romantis, kini semua hilang. Hanya tersisa amarah dan kebencian, lelaki itu berubah mengerikan, membuang Rose dan tidak mau mendengarkan apa pun lagi. “Hai ... apa kau bisa dibayar sewa per jam?” Tiba-tiba sebuah suara menyapa Rose. Seorang wanita telah membuka kaca pintu mobilnya dengan senyum lebar memandang rendah Rose yang tengah berjalan di pinggir jalanan besar malam hari. “Shine?” Rose sedikit mengernyit, sebab wanita itu adalah rekan bisnis suaminya bernama Shine Amanda. “Apa maksudmu berkata begitu?” “Bukannya kau wanita yang bisa dibayar sewa? Aku berminat membayarmu dengan harga tinggi untuk temanku. Kau mau?” “Jaga ucapanmu!” Rose terpancing emosi, seenaknya saja Shine berkata begitu di depan wajahnya langsung! “Kenapa kau marah? Bukannya itu fakta? Alan tidak mungkin mengusirmu kalau kau bertingkah normal. Tapi lihatlah, sekarang kau sedang mendapat karma atas perbuatanmu.” Rose semakin geram, dia tidak pernah semarah ini kepada seseorang. Apalagi hal yang dikatakan Shine semuanya menyakitkan. Dia pun mengambil segunduk tanah basah, lalu melemparkan itu ke arah mobil Shine hingga bertumpuk kotor di sana. “Sudah kubilang jaga ucapanmu. Aku bukan wanita serendah itu!” teriak Rose keras. Shine tampak sangat kesal, tetapi dia tidak keluar dari mobilnya. “Kau akan membayar perbuatan hari ini padaku, Rose.” Begitulah kalimat terakhir yang diucapkan Shine. Kemudian pergi meninggalkan Rose seorang diri di hari yang sudah gelap itu. Rose mengambil napas dalam-dalam, berusaha untuk tidak menangis. Dia sangat lelah, air matanya sudah kering, tetapi sakit di hatinya semakin menjadi-jadi. Hal yang tidak pernah dia bayangkan seumur hidup, terlunta-lunta di pinggir jalan seperti orang bodoh. Sebab ponselnya tertinggal di rumah Alan. Rose tidak bisa kembali ke rumah kedua orang tuanya. Dia telah diusir semenjak memutuskan menikah dengan Alan. Dia berhenti dari pekerjaan sebagai sekretaris untuk Alan. Sekarang setelah semua itu, Alan berbuat semacam ini, semua orang meninggalkannya. Apa ini benar karma untuk Rose karena telah tidak menurut kepada orang tua? Rose bukan berasal dari keluarga miskin, ayahnya seorang pengusaha, ibunya seorang mantan model sekaligus artis papan atas. Mereka terlalu marah karena menganggap Alan sebagai lelaki yang tidak baik, tetapi Rose tetap mempertahankannya. Sekarang pengorbanannya sia-sia. “Sekarang ke mana aku harus pergi? Astaga ... kenapa hidupku begini?” Rose menggerutu sendiri seraya menarik kopernya dan meneruskan langkah tanpa tujuan. Dia belum menemukan taksi kosong lewat, jalanan Kota Jakarta begitu asing baginya sekarang. Andai saja dia menurut kepada kedua orang tuanya. Rose pasti masih berada di California, hidup nyaman dengan kemewahan yang bisa dinikmatinya bersama mereka. “Rose? Apa itu kau?” Rose menoleh dengan wajah lesu saat akan berhenti di sebuah kursi panjang pinggir jalan. Ternyata itu adalah Sindy, teman dekatnya di sini. “Sindy! Akhirnya ... kau penolongku! Apa aku bisa menumpang di mobilmu?” tanya Rose kepada Sindy setelah mendekati mobilnya. Wanita itu mengernyit. “Ba—baiklah. Kau terlihat menyedihkan sekali.” Rose tidak peduli dengan sebutan itu. Dia pun memasuki mobil milik Sindy dan menceritakan semua masalah kepada temannya itu. Sindy pun memutuskan membantu Rose, mengajaknya pergi ke rumahnya. Namun, Rose menolak sebab Sindy juga sudah menikah. Sudah cukup dia terkena masalah sekarang, apa jadinya jika dia menginap di rumah teman yang sudah bersuami? *** “Jadi ... kau diusir begitu saja?” tanya Sindy kepada Rose ketika mereka telah sampai di sebuah apartemen miliknya. Di sini adalah tempat satu-satunya yang dia miliki dan Rose bersedia datang. Wanita itu tampak begitu murung, tapi tidak menangis. Rose yang dikenalnya memang seorang wanita yang selalu tegak dan tegas dalam menghadapi masalah, atau dalam hal apa pun. Baru sekarang Sindy melihatnya kacau semacam ini. “Iya, dia juga mempermalukanku. Dia bahkan tidak bertanya sedikit pun padaku tentang kejadian sebenarnya. Apa kau percaya aku tidur dengan lelaki lain?” tanya Rose. “Kalau kau bertanya padaku. Aku percaya ... percaya jika ada lelaki yang menginginkan tubuhmu. Kau sangat cantik, tubuhmu bagus dan berpendidikan. Siapa lelaki yang tidak tertarik? Tapi untuk kau menyelingkuhi Alan, rasanya itu tidak mungkin. Kau bahkan tidak berhenti bercerita tentangnya setiap kali kita bertemu,” jelas Sindy kepada Rose. Rose tidak berkata lagi, hanya meneguk segelas air yang disediakan untuk sedikit menenangkan diri. “Lalu sekarang apa? Kau akan pulang ke California?” “Tidak.” Rose menjawab padat. “Momy dan Daddy hanya akan menertawakanku. Lagi pula, aku tidak bersalah. Tapi sikap Alan yang mengusirku dengan hinaan-hinaan tadi membuatku berpikir, ternyata aku sama sekali tidak berharga baginya. Astaga ... aku benar-benar bodoh telah bersamanya. Bukan begitu?” Rose tersenyum, menertawakan dirinya sendiri yang begitu bodoh. Dia meninggalkan seluruh kemewahan, menentang kedua orang tuanya, tapi yang didapat sekarang hanya penghinaan luar biasa. Harga Rose di mata Alan ternyata tidak sespesial itu. Sedetik kemudian, air mata itu akhirnya luruh lagi. Rose nyatanya sangat mencintai Alan, lelaki pertama yang hadir dalam hidupnya, mengisi hari-hari Rose dengan cinta dan kasih sayang. “Kau tidak bodoh, Rose. Kau hanya mencintai Alan, itu saja. Kenapa kau tidak kembali saja? Jelaskan pada Alan, dia pasti akan percaya.” “Tidak! Harga diriku sudah diinjak-injak, sedikit pun aku tidak akan pernah sudi kembali padanya. Kalau kau memang temanku, tolonglah ... carikan aku tempat untuk tinggal. Tempat kecil pun bukan masalah, aku akan mencari pekerjaan lagi. Suatu saat nanti, aku akan membuktikan kepada Alan bahwa anggapannya kepadaku salah. Aku akan membuat dia menyesal telah bertindak sejauh ini ....” Rose mengepalkan tangan. Dia bertekad tidak akan kembali kepada keluarganya di California sebelum rasa benci dan kecewa ini terlampiaskan kepada orang yang telah membuatnya terhina. Baik itu Alan atau siapa pun, Rose akan kembali dengan sebuah rencana.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Kali kedua

read
221.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook