Diselamatkan

1023 Words
Mr. Smith duduk dengan wajah angkuh. Ia meminum segelas anggur dengan perasaan puas. Sebagai pewaris tunggal keluarga berpengaruh. Hanya dirinya yang pantas untuk menjadi suami Christina. Wanita itu tidak akan bisa menolak tawarannya. Apalagi ia sudah mengantongi persetujuan dari keluarga besar Christina dan tanpa sepengetahuan gadis itu, syarat untuk mewarisi seluruh harta kekayaan hanyalah pernikahan yang sah. Kali ini Christina tidak akan bisa mengelak lagi. “Mau apa kau datang kemari?” tanya Christina dingin. Pakaiannya yang masih mengenakan lingeri membuat Mr.Smith menelan ludah. “Aku datang atas perintah keluarga besarmu membawa lamaran.” Mr.Smith menepuk tangannya. Beberapa pelayan langsung masuk membawa nampan berisi lamaran yang terdiri dari barang-barang mewah. “Berani sekali kamu!” Teriak Christina marah. Selama ini tidak ada seorang pun yang berani memaksanya menikah. “Jangan berteriak di hadapanku. Secantik apapun dirimu juga tidak layak bagiku. Jadi jangan jual mahal. Jika karena tidak dipaksa oleh keluargaku dan juga keluargamu mana mungkin aku menikahimu!” Teriak Mr.Smith dengan angkuh. Ia melempar surat keputusan dua keluarga ke muka Christina. Untuk menghadapi wanita angkuh maka harus lebih angkuh. Christina membaca surat tersebut dan langsung terduduk dengan putus asa. Sekretaris Rui yang tadinya hanya diam akhirnya mengambil surat tersebut dan juga membacanya. Ia sangat tidak percaya. Semua telah diputuskan dan Christina tidak bisa mengelak. “Aku juga sudah mendengar bahwa kamu membawa seorang pemuda di bawah umur demi mendapatkan keturunan. Bukankah kau tahu bahwa itu melanggar hukum? Karena kita akan menjadi suami istri aku akan membantu membereskannya.” Christina terlihat tidak rela namun ia benar-benar tidak memiliki pilihan lain. Ia hanya bisa diam saat Mr.Smith memerintahkan anak buahnya untuk menyeret Raymond ke hadapannya. Di sisi lain, Raymond tidak menyangka jika ia akan diseret dan dipukuli sedemikian rupa. Wanita yang membeli dirinya hanya diam tak berdaya. “Benar-benar tampan. Sayangnya kau hanya seorang b***k. Jadi jangan bermimpi untuk tidur dengan istriku,” bisik Mr.Smith dengan mata penuh cemburu. Raymond segera membaca situasi. Ia bisa melihat banyaknya lamaran dan sebuah lembar surat. Sepertinya pernikahan Cristina telah diputuskan keluarga besarnya. Kali ini akan menjadi kesempatan bagi Raymond untuk bebas. Ia akan membiarkan dirinya dibunuh. Setidaknya dengan cara itu ia bisa bebas dari ikatan orang-orang itu. “Bebaskan dia. Kau tak perlu membunuhnya,” ucap Christina. “Mana mungkin aku membiarkan dia hidup. Meskipun aku tak mencintaimu tapi aku jijik jika apa yang menjadi milikku disentuh oleh orang lain,” ucap Mr. Smith sambil menghujamkan belati ke d**a Raymond. Darah kental langsung mengalir dari sudut bibir Raymond. Ia rubuh dan tewas saat itu juga. Melihat hal itu Christina merasa sangat bersalah. Ia telah menyeret pemuda yang tidak ada sangkut paut dengan hidupnya menuju kematian. “Buang dia ke jurang!” Teriak Mr.smith. “Tunggu!” teriak Christina. “Pemuda ini tidak bersalah. Aku yang memaksanya kemari. Jadi, biar aku tidak dihantui perasaan bersalah, maka ijinkan diriku melakukan pemakaman yang layak untuknya. “Baiklah, terserah kau saja, namun ingat pernikahan kita dua hari lagi.” Mr.Smith bangkit dan meninggalkan rumah Christina. Setelah terdengar deru mobil menjauh, Christina segera bangkit dan merengkuh kepala Raymond. Ia tidak menyangka semua ini akan terjadi. “Sekretaris Rui. Apakah meniduri orang yang sudah meninggal aku bisa hamil?” tanya Christina sambil mengusap darah dari bibir Raymond. “Apa?” Sekretaris Rui sangat terkejut dengan pertanyaan tak masuk akal Christina. Ia akui jika Raymond memang sangat tampan dan menarik, namun saat ini pemuda itu sudah tewas dan tidak mungkin mampu memberikan apa yang Christina inginkan. “Sudahlah, berikan pemakaman yang layak untuknya. Dan sebelum peti mati letakkan kalung ini di dadanya,” ucap Christina seraya memberikan kalung liontin merah ke tangan Sekretaris Rui. Sebagai Sekretaris yang kompeten, sekretaris Rui segera melaksanakan perintahnya. Ia melaksanakan pemakaman sesuai keyakinan masyarakat setempat, kemudian sebelum dikuburkan ia meletakkan kalung itu di d**a Raymond. Pemakaman dilaksanakan tengah malam buta. Hanya sekretaris Rui dan petugas pemakaman yang melepas kepergian Raymond untuk selamanya. “Sayang sekali, sebenarnya aku juga tertarik padamu, namun takdir hidupmu harus berakhir di sini. Maafkan tuanku yang telah menjadi perantara jalan kematian. Ku harap kau tidak dendam kepadanya. Ia juga menjadi korban keluarganya, dan asal kau tahu bahwa hal tersebut lebih buruk dari kematian,” setelah berucap begitu sekretaris Rui meletakkan bunga di nisan Raymond. “Berikan ini kepada orang tuanya, kabarkan bahwa Raymond sudah tewas dan dimakamkan di tempat ini,” ucap sekretaris Rui sambil menyerahkan amplop tebal berisi uang ke tangan anak buahnya. Setelah itu ia segera pergi dari area pemakaman. Suasana pemakaman langsung sepi seketika. Angin tiba-tiba menderu, sebuah bayangan hitam berdiri tepat di samping makam Raymond. “Tuan, kami datang menjemputmu. Kami sudah menemukan jasad pengganti tubuhmu.” Bayangan hitam tersebut menjulurkan tangan, tak lama kemudian terdengar ledakan. Sebuah kristal merah keluar dari gundukan makam Raymond. Cahaya kristal tersebut berpendar kemana-mana. Bayangan tersebut meraih kristal tersebut kemudian terbang melesat menuju kota. Di sebuah gedung rumah sakit keluarga keturunan kerajaan mendapatkan kabar duka bahwa pangeran satu-satunya telah meninggal. Stephen tidak terima berita tersebut ia memaksa masuk ke ruang operasi untuk melihat kebenarannya. “Kalian berbohong, dia tidak mungkin tewas. Satu jam yang lalu dia masih memanggilku ayah,” ucap Stephen. Beberapa dokter segera berusaha menenangkannya. Mereka tidak menyadari bahwa ada bayangan hitam yang masuk ke ruang operasi. Bayangan tersebut menyingkap kain yang menutupi wajah dari tubuh kaku di atas meja operasi. Wajah itu persis dengan Raymond. Tidak hanya itu, nama, tubuh, tanggal lahir semua sama. Takdir tuhan memang ajaib. Bayangan hitam itu langsung menjulurkan tangan membiarkan kristal merah masuk ke dalam tubuh kaku itu. Beberapa detik kemudian terdengar bunyi alat pendeteksi jantung berbunyi. Wajah yang tadinya pucat menjadi normal. Terdengar napas halus dari hidungnya. “Selamat datang kembali pangeran,” bisik bayangan hitam. Ketika terdengar langkah kaki masuk ke ruangan operasi, bayangan hitam segera menghilang. Perawat petugas jenazah itu terkejut melihat mesin yang menunjukkan bahwa pasien hidup kembali. Ia langsung berteriak bahwa pasien masih hidup. Beberapa dokter yang mendengar langsung masuk kembali. Mereka seperti menemukan keajaiban dan memutuskan menuntaskan oeprasi mereka kembali. Stephen yang mendengar bahwa putranya bangkit dari kematian segera memeluk isterinya Maria dengan rasa syukur yang luar biasa. Ia berjanji jika putranya selamat dan sehat kembali akan memberikan bantuan kepada panti asuhan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD