BAB XXVIII

2403 Words

Hari terakhirku di rumah sakit. Bersama dengan Sada yang membuang-buang waktu dinasnya untuk menjagaku, ada juga Eka dan Arif yang baru sempat menjengukku. Katanya mereka terlalu sibuk mengerjakan perkerjaan yang aku tinggalkan. "Hahaha," tawa perempuan dan laki-laki itu menggema di kamarku, bersama dengan Sada yang terlihat malu-malu di tepi ranjang pesakitan. "Jadi, gitu ceritanya Mbak Kanya bisa masuk rumah sakit? Salah paham, putus, dan vertigo kambuh? Hahaha." Eka tertawa terbahak-bahak. "Lebay banget kamu, Kan. Eh, diputus ya cari lagi lah! Kaya cowok cuma dia aja. Noh, banyak anak SMA pada jomlo." Arif juga sama saja seperti Eka, tertawa keras layaknya pria yang bahagia. "Bener tuh, Mbak. Anak SMA zaman sekarang nih lebih romantis dari seorang tentara. Banyak video beredar anak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD