Hujan datang tiba-tiba, seperti ingin menyembunyikan dunia dari kami. Aku dan Lucas baru saja pulang dari pantai—perjalanan yang seharusnya hanya menjadi pelarian sejenak dari kehidupan yang terlalu riuh, terlalu rumit. Angin laut masih terasa di rambutku, dan pasir pantai masih menempel di bagian bawah celana kami. Kami naik motor, dan sebelum sempat kembali ke apartemenku, hujan turun dengan deras. Lucas menarikku masuk ke rumahnya. Katanya, orangtuanya sedang ke luar kota. Rumah itu sunyi. Hangat. Lampu di ruang tamu redup, dan jendela dipenuhi tetes hujan yang berlari pelan. Aku berdiri memeluk tubuhku sendiri, sedikit menggigil karena bajuku basah kuyup. Lucas datang dengan handuk dan menyampirkannya ke pundakku, lalu menyentuh wajahku dengan lembut. "Kamu dingin," katanya pelan. A

