Kereta kuda bangsawan berderak pelan di atas jalanan batu yang masih basah oleh embun pagi musim semi. Di sekeliling, pohon-pohon mulai mekar, aroma tanah hangat bercampur harum bunga liar menyelimuti udara. Vale duduk tegak di kursi kereta. Ia meremas tangan sendiri, jari-jari saling mengait sampai kulitnya memerah. Gerakan kecil itu satu-satunya yang bisa menenangkan detak jantungnya yang tak karuan. Matanya menatap pasar yang sibuk di kanan dan kirinya. Para pedagang mulai menata dagangan mereka di bawah sinar matahari pagi. Seorang wanita paruh baya menumpuk apel merah mengkilap di atas keranjang anyaman, kain sarung biru pudarnya berkibar lembut ketika angin sepoi menyapu. Di dekatnya, anak-anak berlarian dengan kantong kecil berisi kacang dan kue, tawa mereka terdengar riang, memba

