Sabtu pagi, Karina bangun lebih siang dari biasanya. Semalam dia dan Cakra ngobrol sampai tengah malam di teras rumah, tentang masa depan, tentang rencana mereka, tentang bagaimana mereka mau jalani hubungan ini. Rasanya aneh tapi menyenangkan punya seseorang yang bisa diajak ngobrol tentang apapun. Dia turun ke dapur buat bikin kopi, terus inget Papa kemarin minta dia ambil beberapa dokumen penting dari lemari kamar. Kata Papa, dia mau memastikan surat wasiat dan dokumen lainnya tertata rapi, biar Karina nggak repot nanti. Karina naik ke kamar Papa, buka lemari tua yang udah lama nggak dibuka. Di antara tumpukan dokumen, dia nemu kotak kecil yang familiar. Kotak perhiasan Mama yang udah lama nggak dibuka. "Kotak Mama..." gumamnya sambil ambil kotak itu. Karina bawa kotak itu ke kamar.

