23. Cakra Selalu Ada

2028 Words

Seminggu setelah kejadian melabrak Devandra di lobi rumah sakit, hidup Karina berubah menjadi siklus yang melelahkan antara kantor, macetnya Jakarta, dan bau antiseptik rumah sakit. Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar terbit, dia sudah ada di rumah sakit untuk menyuapi Papa sarapan. Sorenya, dia berpacu dengan jam pulang kantor untuk kembali ke sana. Akhir pekan bukan lagi tentang leyeh-leyeh di apartemen, tapi tentang tidur ayam di kursi tunggu yang keras. Dan dalam setiap detik siklus yang melelahkan itu, ada satu konstanta yang tidak pernah berubah. Cakra. Kamis sore itu, Karina menemukan Cakra sedang tertidur dalam posisi duduk yang pasti akan membuat lehernya sakit nanti. Kepalanya terkulai ke samping, mulutnya sedikit terbuka, dan ada kantung mata gelap di wajahnya. Di pang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD