10. MENGURAI KESALAH PAHAMAN

588 Words
"Memangnya ada urusan apa sih kak ustad Haikal sama Iza?". Selidik Faiza "Meskipun katanya dulu pernah mondok disini tapi Iza masih kecil kan kak jadi sama sekali tidak ingat". "Dia belum mengatakannya padamu?". "Belum". "Memangnya kamu sama sekali tidak ingat saat kecil dulu sering main - main sama ustad Haikal?". "Serius kak Kaif, sudah ning ingat - ingat tapi tidak nampak bayangan atau kenangan tentang ustad itu". Faiza menggeleng "Padahal dulu kamu sering minta gendong ustad Haikal lho ning". "Apa??". Tanya Faiza kaget dan tidak percaya "jangan bercanda dong kak, masa iya begitu". "Iya, serius ning. Nanti coba kamu tanyakan umi album foto jadul saat kakak masih tsanawiyah, pasti masih ada foto - foto Haikal muda sama Faiza kecil". Faiza menutup mukanya dengan satu tangan. Ada perasaan malu apa bila memang benar dulu pernah dekat dengan ustad Haikal. "Dulu itu abahnya Ustad Haikal menitipkan beliau ke abah. Jadi meskipun dia tinggal di asrama putra, tapi tidak jarang juga tidur dan makan dirumah kita. Bahkan dulu dia sering ngendong kamu lho ning". Gus Kaif kemudian menceritakan kejadian - kejadian masa lampau saat Faiza umur 5 tahun sementara dirinya dan ustad Haikal kira - kira umur 12 tahun. Muka Faiza bersemu merah seperti udang rebus. Untung saja kakaknya bercerita hanya melalui telepon dan tidak berhadapan langsung. Tidak bisa dibayangkan kalau kakaknya menceritakan bagaimana dulu dia manja bahkan lebih suka bermain dengan ustad Haikal, dari pada bermain dengan gus Kaif ataupun gus Affan kakak keduannya. "Yasudah kalau begitu kakak tutup dulu telponnya. Saran kakak kamu minta maaf kepada ustad Haikal". Kata gus kaif menasehati. "Minta maaf?". Faiza tersenyum getir. "memangnya iza salah apa kak kaif?" "Memang kalau dilihat dari sudut pandang ceritamu, kamu tidak salah ning. Tetapi ada beberapa tindakan dan perilaku ning Iza yang membuat ustad Haikal salah faham". "Minta maafnya nitip kak Kaif aja tidak apa - apa kan ya?". Rajuk Faiza. "Ya nanti kakak coba bicara sama ustad Haikal. Tetapi akan lebih baik kalau ning Iza sendiri juga menyatakan permohonan maaf karena sudah bersikap kurang baik dengan meninggalkan tamu dan masuk kamar". "Tapi ning sudah pamit dan minta ijin kak". Faiza membela diri" Ustad Haikal tersenyum dan manggut - manggut kok". "Iya, kakak mengerti ning. Tetapi saat itu tadi mungkin ustad Haikal sedang blank fikirannya. Jadi dia tidak menyadari kalau sebenarnya adik kakak yang cantik ini sudah minta ijin". kata gus Kaif terus menasehati Faiza. "Terus bagaimana ning harus minta maaf kak?. Masak iya ning Iza harus datang kerumahnya?". "Yaa tidak begitu ning. Kan bisa telpon atau tulis pesan di WA". "Yasudah, kak Kaif kirimkan nomer telepon atau WA ustad Haikal. Nanti insya Allah ning minta maaf". Sementara itu, disebuah rumah mewah, dilokasi sebuah pondok pesantren modern, tampak seorang laki - laki tampan tersenyum - senyum bahagia setelah membaca sebuah pesan. laki - laki itu tidak lain adalah ustad Haikal. Senyumnya mengembang setelah selesai membaca pesan dari gus Kaif. Melalui pesan w******p sahabatnya itu menjelaskan kalau kemarahan dan kekecewaannya tadi terhadap adiknya sebenarnya hanya salah faham. Pertama mereka tidak janjian sehingga adiknya tidak tahu kalau sudah membuatnya menunggu berjam - jam. Kedua Hafiz bukanlah kekasih Faiza. Mereka hanya berteman saja. Ketiga, sebenarnya bukannya Faiza yang meninggalkannya begitu saja diruang tamu, melainkan sebenarnya adiknya sudah minta izin untuk masuk kamar sebentar mencari sebuah buku catatan. gus Kaif mengatakan mungkin dia tidak sadar saat adiknya pamit ijin masuk kamar sebentar karena sedang blank atau terpesona dengan kecantikan adiknya. Meskipun sebenarnya malu tetapi ustad muda itu tidak perduli. Asalkan mengetahui gadis itu belum ada yang megkhitbah itu sudah lebih dari cukup.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD