9. PENJELASAN NING FAIZA

653 Words
Magrib berlalu. Faiza mengambil Hand phone di atas nakas setelah terdengar suara notifikasi panggilan. "Hallo... kak Kaif". "Hallo ning ... Assalamualaikum adikku yang cantik". Terdengar suara gus Kaif dari seberang sana. "Waalaikumsalam warohmatullahi wabarokatu". balas Faiza "Lagi apa ning?". "Lagi nunggu telpon kak Kaif". Faiza meringis "Hh... kirain lagi nunggu telpon sang kekasih". Gus Kaif tertawa menggoda "Kekasih? Kekasih siapa?". Faiza cengo "Kekasih kamu lah". "Jangan ngosip yang ngak - ngak ya, nanti dosa tau". seloroh Faiza "Bukan gosip lah, ini kakak dapat dari sumber yang terpercaya. Sekarang kamu terus terang saja sama kakak. siapa itu Hafiz?". "Hafiz? dari mana kak Kaif tahu tentang Hafiz?". Faiza terbelalak. "Jadi benar kamu pacaran sama dia?". "Siapa yang bilang begitu?". Faiza menepuk jidat merasa cemas. Siapa yang tidak cemas kalau sampai abah dan uminya tahu dia dekat dengan seorang pemuda pasti mereka akan murka. "Iza memang dekat dengan Hafiz kak, tapi kita itu tidak pacaran. Kita hanya teman dekat saja. Hafiz itu adiknya Lita, temanku. Mitra mendirikan Oemah Hijau Hortikultura. Lagi pula Hafiz itu umurnya lebih muda dari Iza". Iza menarik nafas dalam - dalam. Lalu melepaskan pelan - pelan. Ada rasa entah apa namanya yang menekan jauh di lubuk hati gadis itu saat membicarakan perasaannya terhadap Hafiz. "Ohw... begitu". Kata Gus Kaif lega "Memangnya kak Kaif tahu Iza punya teman bernama Hafiz dari mana?". Selidik Faiza penasaran. "Dari ustad Haikal". Jawab gus Kaif terus terang. "Duh efek kebanyakan nonton infotaiment gosip, bisa - bisanya ustad Haikal yang katanya alim itu juga ketularan mimin lambe turah". Faiza mencibir "Husst... gak boleh ngomong seperti itu neng". "Dari mana coba ustad Haikal tahu kalau ning pacaran sama Hafiz?. Apa dari percakapan Iza di telpon? terus dia langsung menyimpulkan kalau kami itu pacaran??". Cecar Faiza. Sementara itu gus Kaif hanya geleng - geleng kepala. Bisa - bisanya langsung mempercayai omongan Ustad Haikal. Sedangkan setelah belasan tahun baru pertama kali mereka berjumpa lagi. "Ya sudah, kakak minta maaf sudah menduga yang macam - macam ning". Terdengar suara penyesalan gus Kaif "Tapi kamu juga hutang penjelasan ning". "Penjelasan soal apa kak". Tanya Faiza tidak mengerti. "Tadi abah sama umi sudah menceritakan perihal ustad Haikal yang berkunjung kerumah. Perlu kamu tahu ya ning, sebenarnya tadi siang itu dia ada jadwal mengisi pengajian di surabaya. Ia membatalkan jadwalnya, mencari ustad pengganti dan datang khusus menemuimu. tapi kamu malah membuatnya menunggu sampai tiga jam. Setelah bertemu sebenarnya ustad Haikal ingin menyampaikan sesuatu, tetapi malah kamu asyik telpon - telponan sama orang lain. Bahkan setelah itu, kamu meninggalkan ustad Haikal di ruang tamu sendirian dan kamu malah masuk kamar". Terang gus Kaif panjang lebar. Sementara itu ekspresi Faiza sedikit berubah. "Maaf ya kak kaif, memang pagi ini Iza agak sibuk. punya jadwal di kebun Oemah Hijau sampai sore. Ada beberapa rombongn ibu - ibu PKK datang bertamu. Tentu saja Iza tidak tahu dan tidak membuat ustad Haikal sengaja menunggu. Kemudian saat Hafiz telepon, ustad Haikal sendiri yang menyuruh angkat telepon. Ya sudah, ahirnya Iza mengangkat telepon dari Hafiz". Kata Faiza menjelaskan. "Lagi pula tadi itu ning bicara sama Hafiz cuma sebentar kak. Selebihnya Iza menjelaskan kepada rombongan ibu - ibu PKK tentang budi daya tanaman cabe, dan cara mengatasi berbagai macam penyakit cabe. Lalu atas dasar apa sahabat kakak yang budiman itu menyimpulkan kalau kami pacaran?". Gus Kaif tertegun saat tiba - tiba mendapatkan pertanyaan ini. "Cemburu kali". Jawab gus Kaif singkat. "Apa? cemburu?". Tanya Faiza kaget. "terus kenapa kamu meninggalkan dia dan masuk kamar ning?. Itu ustad Haikal malu sekali ning sama abah dan umi. Makanya segera buru - buru pamit". "Nih pernyataan ngaco lagi kak. Jadi ibu - ibu tadi minta Iza datang ke kebun holtikultura milik mereka. Iza sudah minta izin ke ustad Haikal kalau mau mengambil buku catatan jadwal harian Iza. Ustad Haikal tersenyum dan mangut - mangut kok saat Iza bilang izin ke kamar dulu". "Oh jadi seperti itu kejadiannya?". gus Kaif mengusap pelipisnya setelah mendengar penjelasan dari adiknya itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD