14.:LAKUKAN APA YANG SEHARUSNYA DI LAKUKAN

638 Words
Selesai pertemuan di rumah kiai Haidar, ustad Zaki segera bergegas menuju masjid. Malam ini ada dua santri tahfiz baru yang sedang menunggunya untuk setor hafalan. Kedua santri itu sudah berada dimasjid sejak satu jam yang lalu. Dengan sabar menunggu kedatangan sang ustad yang sudah terlambat hampir satu jam dari perjanjian. "Assalamualaikum". Sapa ustad Zaki setelah sampai dihadapan kedua santri baru itu. "Waalaikumsalam warohmatullahi wabarokatu ustad". Jawab kedua santri bersamaan. Kemudian menyalami ustad Zaki dan duduk takdzim bergantian menyetorkan hafalan. Setelah beberapa waktu berlalu keduanya selesai. Akan tetapi datang beberapa santri lagi berkonsultasi tentang pelajaran yang kurang mereka pahami. Ustad Zaki memang terkenal killer dan disiplin, tetapi penjelasan dan cara menerangkan suatu bab atau pelajaran lebih mudah dipahami dibandingkan ustad - ustad yang lain. Oleh karena itu, tidak jarang kalau ada santri ataupun santriwati yang mencarinya untuk meminta penjelasan suatu pelajaran atau hukum - hukum suatu perkara dalam islam yang belum mereka pahami. Malam ini tidak seperti biasanya, beberapa kali ustad Zaki melihat jam di pergelangan tangan kirinya. " Sebentar lagi jam sembilan malam. Tidak enak kalau bertamu untuk menemui ning Iza. Tetapi entah kenapa perasaanku jadi gelisah dan ingin sekali menemuinya". Gumam ustad Zaki dalam hati, setelah selesai menangani santri - santri yang menurutnya kali ini sangat merepotkan. Datang pada saat yang tidak tepat. Masih ada hal yang ingin dibicarakan dan ditanyakan kepada ning Faiza. Entah kenapa perasaannya kali ini tiba - tiba berbeda. Ustad Zaki beberapa kali mondar mandir di jalan. Ia bimbang, mau melanjutkan pergi kerumah kiai Haidar atau tidak. Dengan berbagai pertimbangan ahirnya ia memantapkan niat untuk mendatangi rumah kiai Haidar dan menemui Faiza. Langkahnya terhenti ketika tiba - tiba ia ditegur ustad Malik karena hampir saja menabraknya. "Assalamualaikum ustad Zaki". Sapanya "Waalaikumsalam ustad Malik'. " Kok seperti terburu - buru ustad Zaki mau kemana?". "E... tidak, tidak kemana - mana ustad malik. Cuma jalan - jalan mencari angin segar". Jawab ustad Zaki sedikit terbata - bata. "Benar tidak mau kemana - mana nih?". tanya ustad Malik memastikan. " Benar". ustad Zaki tersenyum mengangguk. "Kalau begitu ayo iku saya". Ajak ustad Malik. "Kemana?". "Ke kantin. Ayo ngopi, nanti saya yang traktir". "Saya tidak biasa kekantin ustad". Tolak ustad Zaki halus. "Sekali - kali tidak mengapa lah ustad Zaki. biar pernah". Ustad Malik tertawa terkekeh. "He hee... ". Ustad Zaki ikut tertawa "Monggo ustad, mohon maaf saya kapan - kapan saja insyaAllah". "Ustad Zaki, Allah menciptakan dunia ini untuk kita nikmati jadi jangan selalu serius dalam hidup ini. Sekali - kali kita juga butuh rileks dan bersantai". " Tentu saja, terima kasih sudah di ingatkan". "Baiklah kalau begitu, saya ngopi dulu. Ingat, manusia itu bukan malaikat yang bisa membaca pikiran dan hati kita tanpa kita utarakan. Sampaikan apa yang seharusnya disampaikan. jangan sampai menyesal dikemudian hari". ustad Malik yang memang usianya jauh lebih tua dari ustad Zaki itu menepuk pundak ustad Zaki. "Seperti kata pepatah, penyesalan pasti datangnya dibelakang. bukan didepan. karena kalau didepan bukan penyesalan namanya tetapi DP " "Iya ustad insyaAllah". jawab ustad Zaki "Jangan cuma iya - iya saja. Ustad Haikal beberapa hari lalu sowan kerumah kiai Haidar. Apakah ia ada menemuimu ?". "Apa??" Ustad Zaki tak dapat me yembunyikan kekagetannya. "Ia datang untuk menemui ning Faiza. Saya tidak tahu apa tujuan ustad Haikal menemui ning Faiza, saya hanya berpesan padamu, lakukan apa yang seharusnya dilakukan. Apapun hasilnya semua pasrahkan kepada yang maha membolak balik hati". Ustad Zaki terpaku seperti patung. Ia seperti kehilangan kata - kata. untuk sepersekian detik ia hanya diam dan menatap ustad Malik dalam - dalam. "Saya ikut ustad ngopi". Kata ustad Zaki kemudian. "Tidak usah anak muda". Kembali ustad Malik menepuk - nepuk pundak ustad Zaki. "Pulanglah, pertimbangkan nasehatku. Tidur, kemudian nanti bangun dan lakukan sholat istiharah. Minta petunjuk dan pertolongan kepada Allah. Dzat yang maha membolak balik hati manusia". "Baiklah ustad. Terima kasih banyak" Ustad Zaki mengangguk.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD