16. SAYA AKAN MENGHITBAHMU

661 Words
"Umi, Zaki pamit keluar dulu ya". ustad Zaki meraih tangan umi Tuti yang sedang mengiris sayuran. "Sepagi ini mau kemana kamu nak?". Umi Tuti menghentikan kegiatannya mengiris sayur. "Ada perlu sedikit mi". Sahut ustad Zaki. "Hari ini kan jumat, sekolah libur, pondok juga libur. Seharusnya kamu juga libur dan istirahat dulu dirumah. Umi perhatikan, akhir - akhir ini kamu sangat sibuk. Tidak pernah punya waktu untuk bersantai meskipun sejenak". Umi Tuti mengambil kursi kemudian duduk di ikuti ustad Zaki. "Kamu sudah tidak muda lagi nak, umi juga sudah kepingin punya mantu, punya cucu, biar rumah ini menjadi ramai". "Iya umi, Zaki tahu". "Jangan cuma iya - iya saja. Kamu itu anak umi satu - satunya. Teman - teman kamu semuanya sudah menikah dan sudah punya anak". Umi Tuti mendesah sendu. "Doakan Zaki ya mi semoga secepatnya bisa memenuhi harapan dan keinginan umi". kata ustad Zaki sambil mencium telapak tangan uminya. "Nak... Faiza sekarang juga sudah besar, kalau kamu memang tidak berani mengutarakan perasaanmu, biarkan abah yang meminta ning Faiza untuk menjadi istrimu". Tukas umi Tuti. "Jangan umi, biarkan Zaki sendiri yang meminta ning Iza kepada kiai Haidar". Tolak ustad Zaki. "Ning Faiza itu sudah besar le... Dia juga sangat baik dan sangat cantik. Mungkin sekarang banyak ustad, kiai atau laki - laki yang ingin menghitbahnya". Nada bicara umi Tuti menjadi berat". Kalau kamu yakin dengan perasaanmu itu tidak usah membuang waktu lagi. Atau kamu menunggu ada orang lain yang melamarnya dahulu?". Degg... Pertanyaan umi Tuti sontak membuat ekspresi ustad Zaki berubah jelek. "Zaki akan berusaha umi. InsyaAllah malam ini Zaki akan menghadap kiai Haidar" seru ustad Zaki meyakinkan. "Semoga Allah meridhoi niat baikmu anakku". umi Tuti merengkuh anaknya. "Aamiin... " ustad Zaki menyambut pelukan uminya. "Zaki pergi dulu ya umi". "Pergilah le, tetapi sebelum waktu sholat jumat, kamu harus pulang kerumah". pesan umi Tuti. "InsyaAllah umi. Assalamualaikum...". Pamit ustad Zaki mencium tangan uminya. "Waalaikumsalam " jawab umi Tuti sambil tersenyum penuh harapan. Sementara itu, dirumah kiai Haidar, Faiza sedang bersiap - siap berangkat ke kebun Oemah hijau. Setelah berpamitan kepada umi Maryam, gadis itu segera bergegas ke garasi untuk mengeluarkan sepeda kesayangannya. Sepeda sudah berhasil di keluarkan. Dengan sigap ia segera memakai helm dan naik lalu menstater sepeda motornya. Baru beberapa meter sepeda motor Faiza berjalan dan belum sempat keluar dari halaman rumah, tiba - tiba masuk sebuah sepeda motor ke halaman. Faiza menghentikan laju sepeda motornya. kemudian mematikan mesin begitu mengetahui pengendara motor yang baru datang itu adalah ustad Zaki. "Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh". Sapa ustad Zaki setelah turun dari sepeda motor "Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh". Jawab Faiza. "Ning mau keluar?". Tanya ustad Zaki sedikit ragu - ragu. "Iya kak, eh ustad". Faiza menutup mulutnya meralat panggilannya kepada ustad Zaki. "Abah tidak dirumah ustad, beliau ada tausiyah di beberapa tempat hari ini". "Iya saya tahu". Jawab ustad Zaki. "Tapi umi ada dirumah kok ustad. Langsung masuk saja beliau sedang memasak di dapur". "Saya tidak sedang mencari kiai Haidar atau umi Maryam ning". Sergah ustad Zaki "Lalu?" Tanya Faiza mengangkat bahu "Saya ingin bicara denganmu". Jawab ustad Zaki tegas "Ada masalah apa ya ustad Zaki? Maaf ini Iza sedang terburu - buru soalnya". Faiza melepas helm dan masker yang dikenakannya. "Ada suatu hal yang ingin saya sampaikan dan bicarakan denganmu". "Maaf ustad, saya sudah ditunggu Hafiz ini. Hari ini kami ada undangan sosialisasi di desa suka jaya". Kata Faiza terus terang. "Hafiz?" tanya ustad Zaki "Ya". Sahut Faiza. "Siapa sebenarnya Hafiz itu?". tanya ustad Zaki lagi "Rekan Iza berkebun ustad". Jawab Faiza "Laki - laki?". Faiza mengelus pelipisnya. " Namanya saja Hafidz sudah pasti laki - laki ustad". "Baiklah ning. Hati - hati dijalan. Saya akan datang lagi nanti malam selesai acara diba dan berzanji di masjid". Kata ustad Zaki "Baiklah ustad Zaki saya pergi dulu. Assalamualaikum...". Faiza tersenyum dan mengangguk hormat. "Waalaikumsalam " Jawab ustad Zaki. Pandangannya nanar menatap kepergi Faiza. "Bismillah... saya akan meghitbahmu malam ini ning. Semoga Allah meridhoi semuanya". ucap ustad Zaki lirih setelah punggung Faiza lenyap dari pandangannya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD