° ° "Gue kira siapa..." Vello mencebik, "Ngarep si Andes? Ya dia pergi lah. Sepengecut itu suami lo, Shy." Aku meringis, merasa tertohok dengar kalimat kakakku itu. "Gue aja masih kesel sama si Wisnu. Ditambah ini lagi. Nyari cowok tuh yang beneran 'napa?" protes Vello. Masih kudengar dengkusan sisa amarahnya. "Ck, bacot aja lo! Sini martabaknya." "Giliran martabak aja, nyengir lo. Emang suami lo nggak pernah jajanin lo apa? Katanya produser, banyak duit tuh." Vello memang begitu. Tapi mulutnya saja yang pedas, hatinya tidak. Dia kakak terbaik yang kumiliki yang kuyakin saat aku terluka atau dalam bahaya sekalipun, dia akan jadi tameng dan malaikat pelindungku. Ini juga yang membuatku bersyukur akan hadirnya Mama Alikha ditengah keluarga kami. Berkat beliau kami merasa jadi kelu

