Part 5

895 Words
Saat pesan Mas Arya terbuka, sontak aku membulatkan mataku setelah membaca pesan darinya. Kembali aku membaca ulang lagi pesan tersebut. Aku benar-benar tidak menyangka Mas Arya bisa setega ini sama aku. Air mataku kembali mengalir lagi. "Kamu jahat mas! Aku bener-bener nggak ngerti sama jalan fikiran kamu! Kamu tega!" Aku menangis lagi sampai akhirnya aku tertidur dalm tangisku. * * * * Pov Arya Aku duduk di beranda kamar sambil melihat gelapnya langit. 'Gimana ya caranya buat aku ngasih tau ke Keyla? Aku nggak mau kalau sampai aku yang dipersalahkan.' Aku harus cari alasan buat memutuskan pertunangan kami tanpa harus aku yang dipersalahkan. Apa ya alasan yang tepat untuk ngasih tau ke ibu, ayah dan juga orang tuanya Keyla? Aku coba mencari alasan secepatnya biar aku bisa menikah sama Cinta. Aku juga nggak rela kalau harus menikah sama Keyla. Cinta sama Keyla itu jauh berbeda. Cinta orangnya udah cantik, baik, langsing, putih dan yang paling penting feminin. Sedangkan Keyla? Udah jelek, kuno, kutu buku lagi. Terus yang paling aku nggak suka, dia itu pakai kaca mata. Mana kaca matanya besar lagi, terus tebal. Udah kaya nenek-nenek aja. Model bajunya juga kaya udah ketinggalan jaman. Nggak modern banget. Seenggaknya diakan harusnya bisa makeup gitu. Ini nggak. Dia cuma pakai bedak sama lipstick. Itu juga tipis-tipis, hampir nggak keliatan. Gimana aku bisa tertarik sama dia kalau udah gayanya aja gitu.. Malulah aku kalau harus ngenalin dia sama teman-temanku. Arg... Mending aku coba telfon Cinta aja. Siapa tau dia punya solusinya. Aku menuju ke kamar dan mengambil hpku yang berada di atas nakas. Aku duduk diatas kasur dan menghubungi Cinta sambil bersandar dikepala kasur. Tidak perlu menunggu lama, akhirnya panggilan terhubung. "Hallo" suara Cinta terdengar serak seperti suara orang baru bangun. "Hallo sayang" "Iya sayang. Ada apa?" "kamu lagi ngapain?" tanyaku basa basi. "Ini sayang, aku baru bangun. Tadi kecapean habis bantuin tante aku pindahan." kata Cinta. Memang sepanjang hari ini Cinta tidak menghubungiku karna terlalu sibuk dirumah tantenya. "Oh maaf. Aku ganggu ya? " "Ngak apa-apa koq sayang. Ada apa sayang? " tanyanya lagi. Akhirnya aku menceritakan rencanaku untuk mencari alasan untuk menceritakan pada kedua orang tua Keyla tentang ingin memutuskan pertunangan antara aku dan juga Keyla. Aku juga mengatakan pada Cinta, bahwa aku tidak ingin terlihat bersalah dalam putusnya hubungan kami. Tidak butuh waktu lama, akhirnya Cinta memberikan satu ide yang sangat baik padaku. Inilah yang membuat aku semakin mencintai Cinta. Cinta sangat pintar dalam mencarikan solusi yang tepat dalam setiap masalah yang aku alami. Setelah memberikan ide padaku, Cinta pamit untuk tidur lebih dulu karna merasa sangat lelah dan mengantuk. Akhirnya kami mengakhiri sambungan telefon dan aku berjanji pada Cinta, bahwa besok pagi akan ke rumah Keyla bersama orang tuaku. * * * * * Aku dan kedua orang tuaku sedang duduk dibangku meja makan sambil menikmati sarapan pagi. Setelah selesai sarapan, aku berniat mengajak kedua orang tuaku ke rumahnya Keyla. "Mah, Pah, hari ini sibuk ngak? " tanyaku. Mamah dan papah saling berpandangan. "Ngak koq. Emangnya kenapa? " tanya mamah. "Ada rencana buat keluar ngak? " tanyaku lagi. "Kalau mamah sih ngak. Ngak tau deh kalau papahmu diakan biasanya sibuk terus. " jawab mamah lagi. Aku memandang ke arah papah. "Ada apa? " tanya papah. Inilah yang membuatku agak takut untuk membicarakan ini pada papah. Papah orangnya terlalu serius. "Ermm.. A.. aku mau ngajak mamah sama papah ke.. Ke rumah om Hermawan. " ucapku terbatabata. "koq tumben? Mau ngapain?" tanya mamah. "Erm... Mamah sama papah dengerin dulu ya penjelasan aku sampai selesai. Kalau aku udah selesai ngomong baru ngomong." kataku lagi. Mamah sama papah saling berpandangan lagi. Tapi tidak satupun mengeluarkan kata-kata ataupun pertanyaan. "Sebenarnya, aku sama Keyla udah memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami dari seminggu yang lalu. Tapi ini semua bukan salah aku mah, pah. Keyla yang memutuskan untuk kami mengakhiri hubungan kami." kataku. Terlihat riak keterkejutan di wajah mamah dan papah. "Jelaskan! " kata papah dengan nada yang sangat serius. "Erm.. Papah sama mamah kan tau, umur aku udah cukup untuk berumah tangga. Jadi aku coba ngajak Keyla nikah setelah wisuda nanti. Tapi Keyla bilang, dia nggak mau menikah terlalu cepat. Jadi dia minta untuk mengakhiri pertunangan kami. Keyla nyuruh aku untuk nyari penggantinya. Dia juga susah banget untuk dihubungi dari bulan lalu. Dia juga sempat bilang kalau dia lagi dekat sama cowok disana." jelasku panjang lebar, berharap agar mamah sama papah percaya. Terdengar helaan nafas dari papah. Dia menatapku tajam. "Kamu yakin dengan yang kamu bilang? Apa kamu nggak bisa nunggu dia?" "Maaf pah. Tapi aku juga nggak mungkin nunggu tanpa kepastian. Dia jugakan udah bilang kalau lagi deket sama laki-laki lain disana. Gimana kalau ntar dia sukses,trus nikah sama laki-laki itu?" "Huh.. Ya sudah! Papah juga nggak bisa maksa. Dari awal juga papah kurang setuju dengan perjodohan ini. " kata papah yang membuatku sangat lega. Tidak sia-sia juga ide dari Cinta. "Ya sudahlah. Kita siap-siap buat ke rumahnya Keyla." ujar mamah. Setelah bersiap, akhirnya kami pergi ke rumahnya Om Hermawan. Saat disana, tak henti aku berkeringat dingin. Setelah aku menjelaskan semuanya pada om Hermawan dan tante Fatmawathi,awalnya mereka terlihat kaget dan tidak percaya. Tapi akhirnya mereka percaya juga. Sebelum pulang, tak lupa aku meminta pada om Hermawan dan tante Fatmawathi untuk tidak bertanya pada Keyla, dengan alasan takut konsentrasinya disana buyar. Kan tidak lucu kalau tiba-tiba mereka bertanya pada Keyla, tapi Keyla malah bilang tidak pernah mengakhiri hubungan kami. TBC
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD