Kejelasan Teka Teki

1268 Words
Cukup lama aku di rumah Satria. Sampai aku bingung mau melakukan apa lagi. Karena semuanya sudah hampir di lakukan semua disana. Mulai dari ngobro, dan makan sama Bu Zea. Hingga melakukan sholat bersama dan Satria yg menjadi imamnya. Tak terasa waktu sudah malam. Sehabis sholat Isya berjamaah di rumah Satria. Aku pun meminta Satria untuk pulang. Satria pun menyetujuinya. Karena Satria sudah berjanji dg Papah akan bertemu dan mengobrol. Setelah berganti pakaian, kami pun pergi meninggalkan rumah Satria. Dan melaju menuju rumah ku. Sampai di rumah, aku langsung masuk bersama Satria. Ternyata Papah sudah menunggu di dalam. " Assalamualaikum. " salam ku dan Satria sambil mencium tangan Papah " Waalaikumsallam. " jawab Papah sambil tersenyum " Sat, aku mau mandi dulu yaa. Kamu langsung ngobrol aja sama Papah. " kataku pada Satria " Iyaa sayang. " jawab Satria singkat Lalu aku pergi ke kamar untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Karena hampir seharian aku di rumah Satria. Dan sorenya belum mandi. Sebenarnya sempat ditawarin mandi di rumah Satria. Tapi karena aku ngga bawa baju ganti, jadi aku ngga mau. Kalo pake baju Bu Zea juga kebesaran hehehehe. Di saat aku mandi. Satria dan Papah mulai ngobrol di gazebo dekat kolam renang di belakang rumah. Mamah datang membawakan minuman dan makanan camilan. " Nih minuman dan makanannya. Jangan lupa di makan dan di minum yaa Pah , Sat. Pasti bakal haus dan lapar nanti kalo obrolannya berat hehehehe. " kata Mamah sambil tertawa kecil dan meletakkan bawaannya di meja depan Papah dan Satria " Iyaa Mah. " jawab Papah singkat " Makasih Tante. " kata Satria sambil tersenyum dan menganggukkan kepala " Sama sama. " jawab Mamah sambil tersenyum kemudian pergi menuju ruang Tv Satria dan Papah pun memulai obrolannya. " Maaf yaa Om udah mengganggu waktunya. Jadi saya kesini bermaksud untuk membicarakan tentang hubungan saya dan Ayara secara serius. " kata Satria sopan " Iyaa Om udah tau. Jadi? " tanya Papah to the poin " Sebelumnya saya mau nanya dulu Om. Apa benar Ayara di jodohkan sama Evan? " tanya Satria sedikit hati hati " Hah? Apa? Di jodohin sama Evan? Ko kamu tanya gitu Sat. Kabar darimana itu? " tanya Papah membulatkan matanya terkejut " Eeemmmm jadi gini Om. Setelah kepulangan saya dari sini waktu pertama kali itu. Ayara bercerita, kalo Ayara mendengar pembicaraan Om dan Tante yg akan menjodohkan Ayara dg anak temannya Om. Nah beberapa hari setelah itu, ada Evan dan Papahnya kesini. Aku dan Ayara juga sempat berkenalan karena Om juga mengenalkan pada kami. " jelas Satria panjang lebar. Papah justru tertawa mendengarnya " Ooohhh jadi gitu. Pantes Ayara jutek sama Evan. Gini Om jelasin dulu yaa dari awal. Memang setelah kepulangan kamu dari sini, Om dan Tante membicarakan tentang perjodohan. Jujur memang Om merencanakan itu dari lama. Tapi Om akan melakukan itu kalo sampai lulus kuliah, Ayara belum mengenalkan cowo atau belum ada tanda tanda pacaran. Setelah kamu ke rumah waktu itu, Om membatalkan rencana perjodohan itu. Dan yg harus kamu tau juga, perjodohan itu bukan sama Evan. Ada anak temen Om yg lain lagi. " jelas Papah dg serius " Ooohhh jadi semua ini cuma salah paham Om? " tanya Satria menyimpulkan " Iyaa dan bisa jadi Ayara hanya mendengar sepotong sepotong, tidak sampe selesai. " kata Papah. Dan Satria mengangguk angguk tanda sudah paham dg semuanya " Ooohhh gitu yaa Om. Terus tentang Evan setiap hari kesini? " tanya Satria lagi " Ooohhh itu, dia lagi belajar bisnis sama Om. Karena nanti akan memegang perusahaan Papahnya Evan yaitu Denny. Temen Om juga. " jelas Papah lalu meminum minumannya " Ooohhh gitu too. Setelah semuanya jelas, berarti Om merestui hubungan saya dan Ayara? " tanya Satria " Om merestui Satria. Tapi... " ucap Papah menggantung membuat Satria mengerutkan keningnya. Antara heran dan penasaran " Tapi apa Om? " tanya Satria " Om mau kalian selesaiin kuliah kalian dulu yg tinggal skripsi. Dan setelah itu, Om pengen kalian kerja dulu. Berkarir dulu, baru setelah itu barulah boleh menikah. " kata Papah tegas " Baik Om. Tapi bolehkan aku bertunangan dg Ayara dulu setelah wisuda? " tanya Satria Papah tidak langsung menjawab. Sempat terdiam beberapa menit. Dan saat Satria mengajukan pertanyaan itu, ternyata ada seseorang yg mendengar dari balik pintu. Orang itu adalah Evan. Yaa ternyata Evan sudah cukup lama berdiri mendengarkan obrolan Satria dan Papah. ( flashback beberapa menit yg lalu ) Ada sebuah mobil memasuki halaman rumah. Karena tidak ada orang di depan, jadi tidak ada yg tau kedatangannya. Aku masih di kamar, Mamah di ruang Tv sedang menonton Tv. Sedangkan Papah dan Satria di belakang rumah. Kemudian orang itu langsung memasuki rumah, mencari orang. Yaa orang yg datang itu adalah Evan. " Assalamualaikum. " salam Evan sambil masuk ke dalam rumah mencari orang karena rumahnya terlihat sepi, tp pintunya terbuka dan ada mobil Satria Akhirnya Evan melihat Mamah di ruang Tv sedang bersantai menonton Tv. Dan mungkin Mamah tidak mendengar suara Evan. " Assalamualaikum Tante. " salam Evan lagi pada Mamah " Eh Waalaikumsallam Evan, kapan datang? Ayoo masuk. " tanya Mamah sedikit bingung dg Evan yg sudah ada di situ " Beberapa menit lalu Tante. Tadi Evan salam ngga ada orang. Tapi pintu depan kebuka, jadi Evan coba masuk. " jelas Evan " Ooohhh iyaa maaf Tante ngga denger. Maklum lagi asyik nonton hehehehe. Ada apa yaa Van? " ucap Mamah sambil unjuk gigi " Om Deon ada Tante? Saya mau ngasih flashdisk ini. " kata Evan sambil menunjukkan flashdisk yg dibawanya " Ada di gazebo belakang. Kesana aja Van. " jelas Mamah sambil menunjuk ke arah belakang rumah " Ooohhh iyaa Tante. Makasih dan permisi. " kata Evan lalu berjalan menuju gazebo belakang rumah Saat sudah sampai, Evan mendengar Papah sedang berbicara dg seseorang. Jadi Evan memutuskan untuk menunggu sebentar. Tapi ternyata percakapan itu berlangsung lama. Sehingga tanpa sengaja Evan mendengarkan cukup banyak obrolan itu. Dan akhirnya Evan tau siapa yg sedang berbicara dg Papah, yaitu Satria. Apalagi saat Satria mengungkapkan ingin melamar Ayara dan melakukan pertunangan. Evan penasaran dg jawaban Papah. Yg tadinya Evan memutuskan untuk pulang, jadi mengurungkan niatnya dan memilih untuk mendengar jawaban Papah. ( flashback off ) ( kembali ke gazebo ) Setelah terdiam beberapa saat. Akhirnya Papah menjawab pertanyaan berani Satria. " Boleh. Bawa orang tuamu kesini. Tunjukkan aja keseriusan kamu Satria. " kata Papah tegas " Siap Om. Makasih Om. " jawab Satria dg sikap hormat seperti hormat pada tiang bendera Mendengar jawaban dari Papah, Evan pun memutuskan untuk pergi dan menaruh flashdisk nya di meja. Karena tak ada orang, Mamah sudah masuk ke kamar. Jadi, Evan berjalan lurus ke depan dg sedikit menunduk tanpa melihat ke sekitar. Padahal ada aku yg sedang menuruni anak tangga. Meskipun aku tak bisa melihat dg jelas siapa yg melintas. Tapi aku melihat ada seseorang yg baru keluar dari arah gazebo. Awalnya aku mengira kalo yg keluar itu Satria. Tapi aku masih mendengar suara Satria dan Papah ngobrol. Jadi yg tadi lewat itu siapa? Aku sempat bertanya dalam hati. Tapi kemudian aku mengacuhkannya. Karena bisa saja aku hanya salah lihat. Itulah pikirku. Lalu aku menghampiri Papah dan Satria yg masih asyik mengobrol. Saking asiknya, mereka tak menyadari kedatangan ku. " Asyik banget si ngobrolnya. Sampai sampai ngga pada tau aku dateng. " ucapku sambil mengambil posisi duduk di sebelah Satria " Eh kamu udah selesai sayang? " tanya Satria yg sedikit terkejut " Udah. Ngobrol apaan si serius banget? " tanyaku penasaran " Rahasia. " jawab Satria sambil menjulurkan lidahnya " Paapaaah. " kataku mengadu manja Papah " Papah ngga ikut ikutan. " jawab Papah yg seolah mengerti maksud Satria untuk ngga bilang dulu tentang pertunangan
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD