Pertolongan

1406 Words

"Tolong, Pak." Irva memohon pada petugas security yang berjaga di pos—tepat di samping pintu masuk ke dalam kawasan Dormitory blok R-Ujung. Namun, petugas itu tetap bisa mengizinkan dirinya masuk apa pun alasannya. "Maaf, ini sudah menjadi peraturan di sini." Petugas itu iba melihat wajah menderita Irva, tapi tidak bisa berbuat banyak karena memang sudah menjadi ketentuan bahwa tamu dilarang masuk ke dalam kawasan Dormitory di luar jam berkunjung. "Kalau urusannya penting, ditelpon saja, Dik, temannya suruh keluar ke sini menemui Adik." Kepala Irva menggeleng, sementara wajahnya terlihat keruh. Dirinya tidak memiliki nomor Faz juga tidak tahu gadis itu tinggal di kamar nomor berapa. Namun, dirinya juga tidak ingin menyerah sekarang, ketika akhirnya ia bisa berangkat ke Batam lebih cepa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD