Masih pukul setengah enam ketika Irva sudah bersiap-siap untuk berangkat kembali ke R-Ujung. Ia tahu ini masih terlalu dini untuk datang ke sana, tapi di apartemen ini pun dirinya tetap saja gelisah dan terus mondar-mandir di dalam ruangan karena tidak sabar untuk segera bertemu dengan sang pujaan hati yang sudah empat tahun ini menghilang. Apartemen pinjaman dari atasannya ini berlokasi tidak terlalu jauh dari Blok R-Ujung, kisaran lima belas sampai dua puluh menitan saja. Apalagi dirinya tidak perlu memesan ojek atau taxi online karena atasannya tidak hanya meminjamkan apartemennya, tapi sekaligus mobil beserta supirnya sekalian, otomatis semakin menyingkat waktunya untuk pergi ke sana. Irva sendiri sebetulnya tidak ingin terlalu merepotkan, tapi atasannya itu menjelaskan alasan yang c

