26. Konflik di Rumah Sakit

1371 Words

Aku semakin merasa tekanan yang kian mencekik di rumah sakit ini. Bukan hanya tugas-tugas yang menguras fisik, tetapi juga ancaman dari senior-senior yang tak kunjung usai. Dan kini, Martin Praja—senior yang selama ini kerap menunjukkan kebenciannya padaku—mulai menunjukkan sisi gelapnya dengan lebih terang-terangan. Entahlah, aku tidak tahu lagi apa yang diinginkan oleh anak pejabat itu. Hari ini, langit tampak mendung ketika aku menapaki lorong rumah sakit menuju ruang ganti. Di sana, Martin sudah menunggu, duduk santai di kursi dekat lokerku. Senyum tipisnya yang sering kali terlihat angkuh kini terlihat lebih gelap dan menyeramkan. Aku mulai ketakutan saat ini. "Aya, dengar-dengar, kamu sudah dekat dengan Gading?" Martin bertanya sinis, tanpa memandang langsung ke arahku. "Memangnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD