Pagi menyapa dengan lembut, udara sejuk menyusup di antara sela-sela jendela kayu. Aku terbangun dengan rasa hangat yang masih terasa di tubuh ini. Betapa terkejutnya aku mendapati diri ini berada dalam pelukan Gading, tubuhnya yang kokoh menjadikanku seperti terlindungi. Hembusan napasnya pelan, wajahnya tenang, mata masih terpejam seolah tenggelam dalam mimpi. Kuperhatikan wajahnya dalam hening pagi itu, menyadari betapa damainya sosok Gading saat tidur. Aku pelan-pelan berusaha bangkit, takut mengganggunya. Kugeser tanganku perlahan agar tidak membangunkan pria ini, tetapi tiba-tiba saja tangan Gading menahan gerakanku. Aku jelas sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh laki-laki bertubuh kekar itu. Tubuhku yang kecil, tidak sebanding dengan tenaga tarikannya yang sangat kuat. “

