BAB 30 - SEBUAH PETI KAYU KUNO

1343 Words

Gendis menghabiskan sisa malam itu di kamarnya, yang kini terasa seperti sel penjara yang dingin. Gadis itu tidak tidur, tapi duduk di lantai, bersandar di dinding, mencengkeram peta Ndalem yang lusuh. Ancaman Karto masih menggema di benaknya yaitu tentang rahasia neneknya dan darah terkutuk. Dia telah memilih untuk bertahan, dan sekarang dia harus membayar harganya. Gendis harus mengetahui rahasia terb *** Keesokan hari, Pagi itu, Ndalem Suryawinata berdengung dengan persiapan. Para pelayan tampak mondar-mandir, membawa rangkaian bunga melati dan kain batik terbaik untuk upacara pertunangan. Gusti Endah Suryawinata tampak sibuk di ruang utama, memastikan semua berjalan sesuai dengan tradisi kasta yang kaku. Gusti Endah sibuk dengan kemegahan Ndalem Suryawinata, lupa pada seekor tiku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD