20

1524 Words

"Permisi!" Satu mangkuk nasi kuah yang dia pesan, untuk sejenak dia abaikan saat seorang wanita datang menghampiri mejanya dan juga Camilo di sebuah kedai makan yang ada di pasar. Jika dilihat dari luarnya, sepertinya wanita ini lebih tua dari mereka, mungkin sudah menginjak usia tingkat satu. Namun karena senyumnya yang manis, wanita ini masih terlihat sangat muda. Di tangannya ada satu kantung putih yang Sidra tahu berisi kue kering yang dijual di toko kue yang ada di ujung jalan, toko kue yang jadi favorit orang banyak. Melihat Camilo yang hanya diam meskipun sudah didekati oleh seorang wanita, akhirnya Sidra yang merasa tidak enak melihat wanita itu diabaikan, menyahut, "Ya, ada apa, Nona?" tanyanya. Wanita itu tersenyum canggung, matanya tidak henti melirik pada sosok Camilo yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD