Ch. 78

1534 Words

Semalaman, baik Sidra maupun Camilo tidak tidur sama sekali. Yang mereka lakukan adalah terus berjalan menjauh dari istana. Pikiran mereka kacau dan berantakan, namun pagi masih tetap datang seperti biasa, seakan Dewa tengah mengejek mereka bahwa kehancuran yang mereka terima tidak mengubah apapun bagi dunia. Malam masih berlalu, berganti pagi dan muncul matahari. Sedangkan mereka enggan bergerak. Hanya meratapi kehancuran mereka yang tragis, terutama Sidra yang tidak ada hentinya menyalahkan diri sendiri, bahkan walaupun kaki mereka sudah melangkah jauh hingga istana tidak terlihat lagi. Entah kabar apa yang akan tersebar sebentar lagi tentang istana yang kacau balau. Entah dengan cara apa Arderl mengatasi kekacauan yang dibuatnya di istana itu. Entah bagaimana caranya kabar kemati

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD