Bab 40

1108 Words

NURA Aku menatap langit senja dari balkon. Meskipun aku berada di wilayah yang berbeda, aku merasa langit tetap sama. Selalu indah jika akan kembali ke peraduan. "Apa kamu menyukai suasana senja di sini?" Aku menoleh pada suara yang begitu kukenal. Pemiliknya adalah orang yang sangat aku cintai saat ini. Kuulas senyum yang paling manis untuknya. "Suka. Tentu saja aku suka. Sayangnya..." Kedua alis Mas Ari bergerak ke atas. "Sayangnya?" "Sepi. Aku tidak menemukan anggota keluarga lain selain dirimu, mas. Kamu tidak punya saudara?" Mas Ari menggeleng. "Tidak. Aku anak tunggal di keluargaku." Mas Ari berdiri di sampingku, di sisi pagar balkon yang berwarna silver. "Pasti mas merasa kesepian selama ini. Kasihan sekali." "Aku sudah terbiasa kesepian. Karena itu ketika aku bisa tingga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD