SINTA Setelah beberapa menit berlalu, Ari tetap fokus dengan layar laptopnya tanpa menoleh padaku apalagi mengajakku bicara. Sialan betul kan? "E... kamu sedang apa sih?" tanyaku pada Ari. Berharap dia menoleh dan melihat belahan dadaku. "Aku sedang mengecek data perusahaanku." Dia menjawab seperti keinginanku, tapi tanpa menoleh. So, belahan dadaku masih tidak terlihat olehnya. "O... kamu hebat ya bisa punya perusahaan besar seperti itu." Ayo dong menoleh. Ini belahan dadaku memikat lho. "Alhamdulillah...." jawabnya. Lagi-lagi tanpa menoleh. Membuat aku bingung karena waktu akan terus berjalan. Takut keburu mobilku selesai dicuci walau tadi antriannya cukup panjang. Aku pun berdiri. Lalu meninggalkan kursiku menuju balik meja Ari sehingga aku bisa berdiri di sampingnya. "Mana dong

