Bab 38

1148 Words

SINTA Mata Mas Beni tampak melebar setelah aku selesai mengatakan itu. "Astaga, Sinta. Kamu kenapa bisa tega bicara seperti ini sih? Kamu kan tau sendiri penyebab aku tidak memberi uang untuk kamu. Itu karena gajiku hanya cukup untuk membeli bensinku saja." "Tapi kan kewajiban suami menafkahi istri mas. Apapun alasannya. Mas bukan hanya tidak memberi uang untuk kebutuhanku, tapi bahkan makan saja masih numpang sama orangtua. Mas siap untuk menikahi tapi tidak siap untuk menafkahi." Rahang Mas Beni mengencang mendengar itu. Matanya berkaca-kaca. "Kamu menyalahkan aku?" "Apa menurut Mas, Mas benar?" "Aku memang salah. Tapi aku tidak sepenuhnya salah. Sebelum menikah, ibumu meminta uang terlalu banyak. Padahal sudah aku bilang kalau uang itu akan aku dapatkan dengan cara meminjam bank de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD