ARNAS Aku tidak menyangka kalau pernikahanku berada di ujung tanduk. Aku tak menyangka kalau Sinta bisa bicara seperti itu. Padahal dulu ketika kami belum menikah, dia tahu kalau uang untuk biaya pernikahan dari pihak laki-laki yaitu aku, adalah dari meminjam bank yang akan memotong gajiku setiap bulannya. Jadi, dia juga tahu kemungkinan aku tidak bisa memberinya uang karena sisa membayar bank hanya cukup untuk membeli bensin mobil. Tapi sekarang dia mengungkit-ungkit seolah tidak tahu dengan konsekuensinya di awal. Dia malah membandingkan aku dengan Ari yang jelas-jelas tidak akan bisa aku saingi. Lalu yang membuat hati merasa sakit adalah ternyata dia sudah merencanakan untuk menggugat cerai diriku dengan adalih tidak diberi nafkah selama menikah. Sungguh aku tidak terima dengan ini.

