ANIS Aku membuka kedua mataku. Aku dapati ada Sinta putriku, Rossa adikku, Mbak Rodiah kakakku, dan Nura keponakanku. Mereka berada di sekitarku yang sedang berada di atas tempat tidur usang. Pandangan mereka mengarah padaku dengan riak wajah khawatir. Aku sendiri tidak ingat kenapa berada di atas tempat tidur ini? Karena itu aku mendiamkan diri untuk mengingatnya. Puzzle demi puzzle ingatan pun tersusun. Dari mulai kedatanganku bersama keluargaku ke sini hingga kemudian Ari menyampaikan sesuatu yang.... mengejutkan. Sebentar, aku tidak habis bermimpi kan mendengar Ari menyebut dirinya sebagai pemilik sebuah perusahaan pengolahan kelapa sawit dan memiliki nama sambung Dirgantara Kusuma? Jantungku berdegup kencang sekali. Tubuhku lemas. Rasanya ingin pingsan lagi saat menyadari ini. A

