ARI Aku terdiam saat mendengar permintaan Nura barusan. Tidak terkejut sih. Karena aku tahu Nura bukan wanita yang materialistis. Yang penting bisa hidup mewah, selesai. Tidak peduli uangnya darimana. Nura adalah wanita yang sangat menjaga rezeki yang datang padanya. Dia harus tahu sumbernya. Jika halal, dia mau. Jika tidak, maka sebanyak apa pun rezeki yang dia terima, pasti akan ditolak. Wanita yang langka bukan? Maka wanita seperti ini akan selalu aku pertahankan. Satu tapi sangat berarti. Aku tersenyum padanya. "Tidak masalah. Kita harus buat dulu rencana kapan kita akan ke tanah kelahiranku. Karena kita baru selesai renovasi rumah dan mengadakan pengajian sehingga masih terasa capek, kita istirahat dulu sambil cari waktu yang pas untuk pulang. Nura mengangguk tanda setuju. Mung

