18. Rahasia Yang Perlahan Terungkap

1111 Words

Pagi Aldric yang dingin dan berat berubah seketika sejak kehadiran Liora di istana Violeta. Ia melepaskan jubah kebesarannya yang bahkan belum sempat ditanggalkan, lalu memakaikannya ke bahu Liora. Tangan Aldric kembali merengkuh pinggang Liora, menariknya mendekat untuk melumat bibirnya dengan lembut juga hangat dan perlahan, seolah dunia di luar istana tak pernah ada. “Apakah kau menyukai menu bibir untuk camilan pagimu?” seloroh Liora begitu tautan bibir mereka terlepas. Tanpa berpikir panjang, Aldric menjawab cepat, “Ya. Hanya bibirmu. Tak semua wanita memiliki rasa sepertimu.” Liora menyipitkan matanya memandang Aldric yang langsung tergelak renyah, "Belum pernah dan tidak tertarik!" bisiknya ke depan wajah Liora. Aldric memang tak pernah menyentuh tubuh wanita lain secara nalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD