16. Sidang

1048 Words

Aula dewan dipenuhi cahaya pagi yang pucat. Penerangan obor masih menyala di sela-sela pilar batu, bukan karena gelap, melainkan hawa ruangan yang terasa dingin dan kaku. Bangku-bangku kayu dipenuhi bangsawan dan anggota dewan yang wajahnya terlalu rapi untuk sebuah pagi penuh skandal. Aldric duduk di singgasana rendah, bukan takhta resmi. Bahunya tegang dan sorot matanya tajam memindai satu persatu anggota Dewan Kerajaan dan para bangsawan di hadapannya. Arven berdiri di sisi kanan dan Gavin di kiri Aldric. Tak ada satu pun yang tersenyum. “Mulai,” titah Aldric singkat. Putri Elowen melangkah ke tengah aula. Gaun paginya sederhana, bahkan terlalu sederhana untuk seorang putri Valerith yang biasanya berpenampilan mewah dan mencolok. Rambut Putri Elowen disanggul rendah dan wajahnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD