23. Teman Beracun

1292 Words

Elira sudah menyelinap keluar dengan cekatan sebelum Faye sempat menangkap bayangnya. “Aku membawakan ini dan kupikir kau akan menyukainya.” Faye mengeluarkan beberapa buku dari tas kain sederhananya, meletakkannya satu per satu ke atas meja batu. “Buku tentang racun, serangga, dan bunga liar. Kau masih suka menyelinap ke hutan malam-malam, mencari bunga liar yang bercahaya?” tanya Faye ringan, seolah hanya mengenang kebiasaan lama Liora yang ia ketahui jauh sebelum nama Aldric menjadi tembok di antara mereka. “Aku sudah tidak lagi pergi ke hutan.” jawab Liora cepat dan nadanya santai, sambil meraih buku tentang bunga liar yang segera ia buka. “Kau benar-benar membawa harta karun, Faye.” Liora berbisik riang, polos secara alami. Mata Liora berbinar saat menyentuh sampul buku bunga l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD