Hamili Istriku

1326 Words
"Saya minta bapak menceritakan semuanya dari awal. Bagaimana bisa bapak adalah ayah biologis saya? Apakah bapak telah memperkosa ibu saya? Ataukah bapak berselingkuh dengan mami saya?" cecar Dona dengan berbagai pertanyaan. "Tapi saya rasa, mami saya bukan wanita seperti itu" Dona yakin maminya adalah wanita baik-baik. Tidak serendah Melda yang murahan. "Bapak akan menceritakan semuanya" ujar pak Yadi menatap penuh kasih kepada Dona. Flashback Pada suatu malam. "Yadi kemari" panggil Edi kepada sopir pribadi istrinya. Yadi tengah santai didepan menikmati segelas kopi hitamnya. "Iya tuan" Yadi pun mendatangi suami majikannya itu. "Saya bisa minta tolong sama kamu?" Edi berbicara empat mata dengan Yadi. "Tuan mau minta tolong apa sama saya?" Yadi merasa heran dengan Edi yang ingin minta tolong kepada dirinya malam-malam begini. Apakah ada hal yang darurat? Dia hanyalah sopir pribadi istrinya. Rasanya tidak mungkin Edi meminta tolong kepada dirinya. Sebab, selama ini Edi selalu bersikap dingin kepada dirinya. Dia selalu menolak disupiri oleh Yadi. Yadi sama sekali tidak menaruh curiga apapun kepada Edi yang tiba-tiba memanggilnya. "Saya ingin kamu meniduri istri saya. Saya ingin kamu menghamili istri saya" Yadi terkejut mendengar permintaan Edi yang tidak masuk akal. Begitu entengnya Edi mengucapkan hal tersebut. Baginya itu adalah perbuatan dosa dan mustahil baginya untuk melakukan permintaan Edi. "Ma'af tuan saya tidak bisa. Tuan kan suaminya, jadi tuan lah yang harus menghamili istri tuan" Yadi mencoba untuk memberikan penjelasan, bahwa apa yang diinginkan oleh Edi itu salah. "Mau langit runtuh saya itu tidak bisa bikin Marina hamil Yadi". "Saya mandul" ucap Edi frustasi bernada emosi. "Saya tidak mau harta mertua saya jatuh ke tangan Beni jika Marina tidak hamil tahun ini. Saya mohon bantuanmu Yadi, tolong hamili istri saya" Edi memohon kepada sopir pribadi istrinya itu. Dia menurunkan harga dirinya demi mendapatkan harta kekayaan yang melimpah milik mertuanya. Memang tujuan utama Edi menikahi Marina adalah mengambil perusahaan yang dimiliki oleh keluarga istrinya tersebut. Edi dan Marina sudah berumah tangga selama lima tahun. Namun belum juga diberi keturunan. Sebelumnya Edi selalu menyalahkan Marina yang tidak subur dan menuduhnya mandul. Setelah diperiksa, justru Edi lah yang mandul. Edi merahasiakan semua itu dari Marina. Dia memberikan hasil yang menyatakan bahwa mereka berdua sama-sama sehat. Hal ini membuatnya frustasi. Edi tidak bisa membayangkan jika semua perusahaan keluarga ini akan jatuh ke tangan Beni. Edi tidak rela. Sebab dia merasa dirinya lah yang pantas menerima seluruh kekayaan milik keluarga istrinya itu. Dialah yang bekerja keras berusaha untuk memajukan perusahaan tersebut hingga memiliki banyak cabang. Dia tidak rela jika Beni yang akan menikmati hasil jerih payahnya. "Saya tahu, sebenarnya kamu memiliki perasaan kepada istri saya. Oleh sebab itu, saya memberikan kamu kesempatan untuk memilikinya" Edi mencoba bernegosiasi dengan Yadi. Memanfaatkan perasaan Yadi terhadap Marina. "Jika kamu tidak mau, maka terpaksa saya mencari orang lain untuk menghamili istri saya" terlihat wajah Yadi berubah memucat setelah mendengar perkataan Edi. Pasti ada rasa tidak tega dalam hatinya jika wanita yang dia kagumi dijamah oleh orang asing yang tidak dikenal. Namun bila dirinya yang melakukan hal itu, ada rasa tidak tega dalam hatinya. Tapi jika dia menolak, maka orang lain yang akan melakukannya. Jika dirinya bisa mengamili Marina, setidaknya impiannya memiliki keturunan dengan Marina bisa terwujud. "Baik tuan saya akan melakukannya" meski berat hati dia menerima keinginan Edi. Lebih tidak tega lagi Yadi, bila orang lain yang melakukannya. Setidaknya Yadi bisa mengawasi kehidupan wanita yang begitu dia sayangi itu dan anak nya nanti. "Bagus, itu adalah keputusan yang tepat" Edi menepuk punggung belakang Yadi dengan perasaan bahagia. "Malam ini langsung kamu kerjakan tugasmu itu, Marina sudah siap. Aku sudah memberikan obat tidur dosis tinggi kepadanya. Jadi, dia tidak akan sadar dan merasa telah kamu tiduri". "Jarang ada kesempatan seperti ini Yadi. Seorang sopir bisa meniduri majikannya. Ini adalah kejadian yang langka, kamu melakukannya tanpa harus memaksa majikanmu untuk memberikan tubuhnya kepadamu hahaha". "Jangan kecewakan aku. Tidurilah Marina sampai dia benar-benar hamil". "Aku akan membiarkanmu melakukan aksimu. Aku akan pergi ke klub untuk bersenang-senang. Kamu juga akan bersenang-senang dengan istriku hahaha" Edi meninggalkan Yadi yang masih berdiam terpaku menyaksikan dirinya pergi. Tak ada perasaan sedih atau apapun itu. Edi begitu terlihat biasa saja dan malah dengan senangnya meninggalkan istrinya. "Ya Allah apa yang harus hamba lakukan? Sungguh berat keputusan yang harus hamba ambil ini" Yadi benar-benar merasa begitu dilema saat ini. Meski berat hati, Yadi tetap melangkahkan kakinya memasuki kamar wanita yang ada di dalam hatinya. Wanita cantik dan manis itu tergolek tidur di atas ranjang kebesarannya. Yadi memandangi wajah cantik Marina. Ada rasa kebanggaan dihati Yadi, dia bisa memandangi wajah cantik itu dengan jarak yang begitu dekat sekali. Dia mengusap wajah putih mulus itu dengan lembut. "Seandainya aku yang menjadi pendampingmu, aku tidak akan pernah menyakiti hatimu. Aku akan selalu berikan kebahagiaan dalam hidupmu. Akan aku curahkan cinta dan sayangku untuk menghiasi harimu" ucapnya lirih. "Marina, andai kau tahu. Aku sangat mencintaimu" Yadi mencium pucuk kepala Marina. Desiran itu menghampiri dirinya. Rasa kelelakiannya muncul. Hasrat ingin menyentuhnya pun kini menghampiri. Dengan lembut Yadi menciumi wajah Marina. Hingga berakhir di bibir manisnya. Yadi mencumbui bibir Marina penuh dengan hasrat birahi. Meski hati ingin menolak, tapi tubuhnya tidak bisa berbohong. Tubuhnya menginginkan diri Marina. Dengan perlahan Yadi melepaskan pakaian yang melekat pada tubuh Marina. Yadi terpesona dengan keindahan yang nampak di depan matanya. Tubuh putih nan mulus tanpa cacat itu benar-benar sungguh menggoda untuk dijamah. Laki-laki manapun pasti akan sangat berhasrat untuk mereguk kenikmatan surga duniawi dari tubuh seksi Marina yang begitu mempesona. Yadi sudah tidak bisa menahan hasrat birahinya lagi. Dengan penuh nafsu dia mencumbui tubuh indah Marina tiap inchinya. Dia tidak ingin melewatkan bagian-bagian tubuh Marina untuk dia cium. Dengan perasaan yang berdebar, Yadi sudah siap untuk memasuki tubuh Marina. Meski ada sedikit keraguan dalam hatinya. Tubuh Yadi menginginkan persatuan tubuh mereka. Nafsu mengalahkan hati dan logika. Yadi pun akhirnya memilih menyalurkan hasratnya. Kini tubuh bugil keduanya telah bersatu menjadi satu. Yadi begitu mendamba untuk momen seperti ini sejak lama. Dimana dia selalu bermimpi menggauli majikannya tersebut. Sekarang, semua ini bukan sebuah mimpi lagi. Melainkan kenyataan yang sangat begitu berpihak pada dirinya. Rintihan kenikmatan lolos begitu saja pada mulut Yadi. Meski lawannya diam tak merespon setiap sentuhan yang dia berikan. Yadi tetap begitu menikmati setiap proses gerakan yang dia lakukan diatas tubuh Marina. Dia benar-benar sungguh merasa beruntung akhirnya bisa memiliki tubuh itu, meski hanya sesaat. Apalagi jika Marina sampai benar hamil anaknya. Yadi sangat begitu senang membayangkan hal itu jika terjadi. "Aku ingin kamu hamil anakku sayang". "Akan aku titipkan benihku dirahimmu sayang" bisik Yadi ditelinga Marina. "Sayang, sambutlah benih cintaku ini sayang" racau Yadi ketika dia hendak menuntaskan hasratnya yang telah terpuaskan. "Aaaaarrrrgggggghhhhhh sayang. Nikmat" tubuh Yadi melemas diatas tubuh Marina. Peluh membanjiri sekujur tubuh Yadi, meski AC di dalam kamar itu sudah nyala. Namun kegiatan panas yang Yadi lakukan itu, tidak mendinginkan hasrat Yadi yang begitu bergelora dan membara "Terimakasih cintaku" Yadi mendaratkan sebuah ciuman pada kening Marina. "Kamu memang cantik sayang" Yadi pun melepaskan persatuan mereka dan berbaring disamping Marina. Merangkul tubuh itu dari samping. "Ma'afkan aku yang telah menodai kesucianmu sebagai seorang wanita". "Aku tidak rela dirimu akan dijamah oleh orang lain selain diriku yang begitu mencintaimu dalam hati" ucapnya hingga larut dalam dunia mimpi. Setelah terpejam beberapa jam, Yadi terbangun. Dia takut Marina akan bangun dan mendapati dirinya tengah tidur di sampingnya. Birahi Yadi muncul kembali ketika melihat tubuh polos itu terbaring dihadapannya. Tak perlu berpikir lama, Yadi kembali melakukan penyatuan mereka hingga dia menuntaskan semuanya hingga selesai. Setelah tugas baru aktivitas malamnya Yadi terselesaikan. Dia mengembalikan Marina seperti semula saat dia masuk ke dalam kamar. Dibersihkannya cairan bekas persetubuhan mereka. Dipakaikannya kembali semua baju Marina yang telah Yadi tanggalkan. Setelah semuanya kembali seperti semula. Yadi mencium pucuk kepala Marina penuh sayang. Yadi pun meninggalkan kamar Marina dan masuk ke dalam kamar pribadinya yang disediakan untuk dirinya. Malam ini adalah malam terindah dalam hidup Yadi. Dimana dia bisa menghabiskan malamnya hanya berdua bersama wanita yang telah bertahta di dalam hatinya. Malam dimana dia menitipkan benih cintanya di rahim sang pujaan hatinya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD