“HP Diana di mana?” tanya Sesil kemudian. “Dia nggak bawa HP. HP-nya sengaja dia tinggal di rumah,” kata Bagas memberi tahu. Sesil menghela napasnya dengan pelan sembari menatap ponselnya. Terdapat panggilan dari Sean dan itu membuat jantungnya seketika ingin berhenti saat itu juga. “Mampus gue!” gumamnya pelan. “Biar aku aja yang angkat,” kata Niko sembari mengambil ponsel Sesil. “Tapi, Nik.” Niko mengangguk pelan. “Aku juga penasaran. Siapa lagi kalau bukan Kak Sean yang udah hamilin Diana,” ucapnya kemudian menerima panggilan tersebut. “Sil. Kamu di mana? Lagi sama Diana, nggak? Kenapa Diana nggak ada di rumah?” Sean tampak panik di seberang sana. “Ini aku, Kak. Niko.” “Oh. Niko. Kamu lagi sama Sesil? Ada Diana nggak, di sana?” “Diana masuk rumah sakit, Kak.” “APA?!” Sean ber

