Sudah dua puluh empat jam lamanya Diana berada di rumah sakit. Saat ini, dia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya. Ia pulang sendiri tanpa ditemani oleh Sesil maupun Sean yang hingga kini belum juga kembali ke sana. ‘Aku nggak akan ganggu kamu lagi, Sean. Maaf, udah mengecewakan kamu karena tidak sengaja mengeluarkan dia dari perutku. Kamu pasti kecewa, marah dan mungkin udah nggak akan mau jalani ini lagi denganku,’ ucapnya dalam hati. Kini, Diana sudah masuk ke dalam taksi yang dia pesan. Ponselnya yang tertinggal di rumah itu lantas membuatnya bisa tenang untuk pergi. Entah hanya sementara, atau selamanya. Diana sedikit marah pula pada Sean lantaran sudah memarahinya saat baru saja dia bangun dari pingsannya. Di sebuah apartemen yang pernah ia beli tanpa sepengeta

