Bukan Keluarga Kita

1077 Words

Kaburnya dia selama satu minggu itu rupanya tidak berhasil membuatnya melupakan lelaki itu. Terlalu sulit dan entah akan dilepas begitu saja atau malah semakin menjadi. “Sean udah kecewa sama gue. Mana mungkin dia masih mau sama gue. Udahlah, lupain aja. Ngapain juga harus diinget terus.” Diana tersenyum pasi seraya berbicara sendiri. Kemudian matanya mengedar ke sekitaran tempat itu, setelahnya mengembuskan napasnya dengan panjang. Baru saja hendak beranjak dari duduknya. Bagas datang menghampirinya dengan napas yang tersengal. Kemudian lelaki itu mengulas senyumnya sembari menatap Diana. “Dan ternyata bener, ini kamu. Ke mana saja kamu, Diana?” tanyanya sembari mengatur napasnya yang tersengal. “Bagas! Kenapa kamu ada di sini?” tanyanya kemudian. Ia pun mengurungkan niatnya untuk pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD