Kilasan Masa yang Menyakitkan

1071 Words

“Pak Wijaya?” suara Sean membuyarkan lamunan lelaki itu. “Ada apa, Anda mengundang saya ke sini?” tanyanya dengan nada sopan namun penuh rasa ingin tahu. Wijaya menarik napas panjang, berusaha menenangkan debar jantungnya yang tak beraturan. Namun, saat menatap Sean lagi, pikirannya kembali dihantam kenangan—foto-foto masa kecil Rangga yang terpajang di dinding rumahnya, senyum polos bocah itu, dan suara tawanya yang kini terasa seperti gema dari masa lalu. “Rencananya,” ujar Wijaya, suaranya agak bergetar, “saya ingin membangun sebuah hotel lagi untuk anak saya, Bagas. Dia akan segera lulus kuliah. Saya sangat percaya kepada Anda. “Jika Anda yang memimpin konstruksi pembangunan ini, saya yakin proyek ini bisa selesai dengan hasil yang luar biasa. Maka dari itu, saya ingin meminta ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD