"Bapak ngapain nonton Milea? Ngikutin saya, ya?" tanya Una yang mengemut makanan hingga membuat pipi kanannya menggembung sebelah. Una menuduh bukan tanpa alasan, tadi saat dia mengobrol dengan Mas Aming dan bilang akan nonton film Milea di lift juga ada bosnya. Meski suara mereka sudah pelan, Una yakin Jeka masih bisa mendengar jelas. "Waw, tingkat kepercayaan dirimu tinggi sekali, Aruna," sahut Jeka yang membuat Una menatapnya sinis. "Ya abis, kalau bukan ngikutin saya apa coba namanya?" Perempuan itu tidak mau kalah. "Yang ingin menonton film itu bukan hanya kamu, jadi jangan terlalu percaya diri," sahut Jeka santai. "Lagi pula untuk apa saya mengikuti kamu? Seperti tidak punya pendirian saja," lanjut Jeka lagi dengan mimik wajah yang membuat Una ingin mencakar-cakar muka lelaki i

