“Aku boleh mampir?” tanya Genta setelah menarik rem tangan. mobilnya sudah berhenti di depan gerbang pintu rumah Tyas, Genta menatap ke arah Tyas. Wanita itu tampaknya masih memikirkan sesuatu. Ia terdiam beberapa saat, jawaban apa yang akan ia berikan? Kalau boleh mampir, Tyas tahu sekali rumahnya saat ini pasti hanya ada Gemini, adiknya saja. “Tidak perlu, terima kasih,” ucapnya dengan tegas, tanoa banyak basa basi lagi, Tyas langsung menarik kenop pintu mobil dan keluar dari mobil itu. Tyas tidak melihat siapa pun lagi, dengan tenang ia melenggak ke pintu garasi. Menyapa asisten rumah tangga yang sedang menyapu teras rumahhh itu. “Siang, Mbak!” Tyas lantas membuka pintu utama rumahnya. Memang saat ini Tyas tidak tinggal di rumah ini lagi, tapi setiap seluk beluk rumah ini, Tyas

