Beberapa tahun lalu. Tyas masih terisak-isak dipelukan bunda. “Bunda tahu ini tidak akan mudah buat kamu, Yas. Tapi, di sini ada Bunda dan Tante Kinanti. Jadi, kita akan hadapi ini sama-sama, ya,” dari suara bunda Tyas tahu kalau bundanya juga tak kalah sedihnya. Siapa juga yang mau kena musibah seperti ini? Tapi dari pada Ayah, Bunda paham dan bisa menerima semua kejadian ini. Meski Bunda sempat jijik sendiri melihat Tyas. “Tapi—tapi, Ayah, marah sama Tyas, ayah usir Tyas juga.” Anak itu terus saja menangisi kebodohannya beberapa bulan lalu. “Tyas tahu kalo itu salah, tapi, Tyas nggak ngira kalau sampai begini akibatnya.” “Ayah nggak membenci Tyas, tapi membenci perbuatan Tyas,” Bunda berkata dengan lembutnya. “Sebaiknya, Tyas ikuti dulu apa mau Ayah, orang tua akan selalu memaafkan

