Bab 14. Amplop Warna Coklat

1273 Words

Bab 14. Amplop Warna Coklat Malam di Markas Besar biasanya membawa keheningan yang disiplin, namun bagi Arya dan Kinanti, keheningan kali ini terasa lebih cair. Setelah badai investigasi yang hampir meruntuhkan reputasi Kinanti, rumah dinas mereka tidak lagi terasa seperti barak sementara. Ada aroma teh melati yang mengepul di ruang tengah, dan suara gemerisik kertas saat Kinanti mencoba menyusun kembali beberapa catatan logistik yang tersisa. Arya masuk ke ruangan dengan membawa kotak P3K. Ia memperhatikan Kinanti yang sesekali memijat pergelangan tangan kanannya, saraf motoriknya memang sudah membaik berkat kesaksian medis Arya, namun rasa nyeri itu masih sering datang sebagai pengingat akan peluru di Kerajaan Sumedang. "Tolong berhenti bekerja sejenak, Letnan," ujar Arya lembut. Ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD