BAB 13

2004 Words

"Itu bibi Rosie?" ucap Daniella dengan suara tertahan, matanya membelalak lebar menatap Liam. Wajah Liam yang semula tenang dan penuh dominasii kini mengeras. Ia berdecak pelan, mengutuk dalam hati. 'Seharusnya Rosie sudah terlelap sekarang,' pikirnya. Teh yang ia buatkan tadi sore sudah dicampur dengan dosis obat tidur yang sudah lebih dari cukup untuk membuat Rosie tidak terbangun hingga fajar. Namun, kenyataannya suara langkah kaki dan ketukan itu nyata adanya di depan pintu kamar Daniella. "Jangan bersuara," perintah Liam melalui gerak bibirnya saja, tubuhnya sendiri masih menindih Daniella, mencoba mematikan segala pergerakan yang baru juga akan dimulai. "Daniella? Sayang, kamu di dalam?" Suara Rosie kembali terdengar, kali ini diikuti dengan tarikan pada gagang pintu. Beruntung, p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD