MAFIA LOVE STRUGGLE-3

1010 Words
FOLLOW AND TAP LOVE ❤ SEBELUM BACA. Argetta mencari ponsel ditas kecil miliknya, dan segera menemukannya. Argetta mencoba menyalakan ponsel di genggamannya namun sia saja, baterai ponselnya terkurai habis. Bagaimana bisa dia menghubungi seseorang untuk menolongnya dari cekraman mafia b******n ini. Tempat ini penuh tidak nyaman, dadanya terasa sesak. Apalagi harus melihat pria brensek setiap saat. "b******n, brensek, iblis, setan London." Argetta memaki, tak Ada sepatah kata yang baik keluar dari mulutnya. Mata argetta berkeliaran di setiap sudut ruangan yang ada. Bagaimana cara ia akan kabur tempat menjijik kan ini. Argetta bergumam kesal. Argetta keluar dari kamar Fredi, Ia menatap dengan serius pria yang duduk dengan sebatang rokoknya tanpa sehelai pakaian di d**a bidangnya yang terlihat gagah. bFredi berjalan mendekati wanita itu dan menariknya. "Apa yang kau lakukan disini. Apa kau ingin mati." Bisikan suara pria menyeringainya. "Kau pikir aku takut." Argetta angkat bicara dengan suara seraknya. Fredi menyangka amarahnya, Ia menarik lalu mendorong argetta di soffa besar miliknya. Fredi menindik tubuh wanita itu dan merobek gaun di gunakannya. "LEPASKAN AKU, IBLIS." Suara amarah argetta mengeras. "Kau harus jadi pemangsa ranjangku malam ini." Bahkan Fredi tidak pernah menyentuh wanita mana pun, ia tak tertarik dengan wanita mana pun. Sekejap mata, argetta mampu membuat Fredi menginginkan semua nafsunya. "APA KAU GILA. AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMBERIKAN TUBUHKU PADAMU, BAJINGAN." Argetta meneriaki Fredi sekerasnya. "Tidak Ada siapa pun disini. Hanya kau dan aku." Fredi berucap penuh kemenangan. Fredi merasa menginginkan tubuh wanita yang siap di sentuhnya. Fredi memulai menyisap bibir lembut argetta, Hmmbbbbbttt Argetta memukul kuat bagian punggung Fredi. Pria itu tak perduli, dia terus melakukan kenikmatannya. Fredi mengelus paha mulus argetta, bibirnya terus berlumat di bibir argetta. Fredi menggigitnya hingga ada ruang memasuki lidahnya hingga fredi dapat bermain di dalam sana. Argetta sedikit menikmati aksi Fredi. Napasnya terjengah, matanya terpejam. "Aaahhhhaaa...aaaahhhhh" argetta berdesah nikmat. Fredi menguasai nikmat tubuh argetta, bibir Fredi mendarat lekuk leher argetta. "Kau menikmatinya bukan. Wanita pembangkang." Fredi berucap pelan menikmati aksinya. Wanita ini benar membuat seorang Fredi nikmat. Fredi merobek kembali gaun argetta hingga hanya bra tersisa. Elok, terlihat seluruh lekuk tubuh argetta. Fredi menyeringai penuh gairah. Drrttt..Drrtt Ponsel Fredi berbunyi. Fredi meraih ponsel dan mengangkatnya. Ia harus menghentikan desahan nikmatnya. "Hmbbbb.." "Maaf, fred. Aku menganggu, ayahmu meminta kau segera pulang." "Baik" Fredi berucap singkat lalu mematikannya. Dia berhenti menguasai tubuh argetta. Nafas argetta terjengah nikmat. SIAL "Pria ini sudah memberi kenikmatan, tapi sekarang menghentikan. Kurang ajar dan anjing jantan sialan." Argetta merenggut amarahnya. Fredi sepertinya harus menahan nafsu yang menjalar di tubuhnya. Fredi meninggalkan argetta tergeletak di sofanya begitu saja. "Hei.. iblis, kau mau kemana. Kau harus belikan aku pakaian. Kau telah merobeknya bangsat." Argetta meneriaki Fredi dari sofa. "Nanti aku belikan." Fredi menjawab. *** Di New York. Emran semenjak dua Hari sudah resah di rasakan. Hilangnya argetta membuatnya hidup seorang Emran menjadi berantakan. Emran tak bisa menikmati hidup candu sexnya karena adik perempuannya. Emran memiliki candu s*x luar biasa. Obatnya hanya satu Laura Mexim sahabat dari argetta. Laura mencintai Emran sejak mengenal sosok Emran tapi sayang emran menjadikan wanita itu obat candu sexnya. Tapi hilangnya sang adik, Emran enggan melakukan s*x. Emran hanya mencari keberadaan argetta. "Oh sial! Aku harus mencari argetta. Dimana anak itu." Emran mengerang di sisi ranjang. CEKLEK Laura masuk kamar Emran. "Apa kau lakukan." Emran berucap dingin. Laura melangkah mendekati Emran yang bergeletak di ranjangnya. Laura mengecup lembut kening Emran lalu mendaratkan bongkongnya di sofa yang terletak di kamar Emran. "Apa yang kau pikirkan." Suara Laura lembut berucap. "Argetta. Kau berhasil menghubunginya." Emran berucap kembali. Laura menggeleng kepalanya perlahan. Laura merindukan sentuhan hangat Emran. "Kau sudah memperintah seorang." "Tentu." "Jejaknya dia di London." Hanya kalimat itu terucap Emran. Laura memiliki aura cukup tenang. Ia bisa memasuki hati Emran yang gundah saat kehilangan argetta. * * * Fredi memasuki mobilnya di halaman luas di depan mansion milik keluarganya. Di temani Edwin. "Apa serigala itu di dalam." Fredi berbicara memasuki mansionnya. SERIGALA Fredi selalu menyebut sang ayah serigala, kemarahan ayahnya bisa ia sama kan dengan serigala bahkan melebihi dari itu. "Tuan Ambrik sedang menuang amarahnya dengan pria di ruangan tertutup itu." Fredi melangkah masuk yang hanya terdapat pelayan dan istri sang Ayah yang membuat Fredi muak. "Fred, kau pulang." Gersya bertanya pada Fredi. "Kau bisa lihat sendiri." Fredi menjawab dengan sinis. Gersya istri kedua dari Ambrik, ibu Fredi telah meninggal setahun yang lalu. Kejadian yang membuat Fredi menjadi seorang arogan. "Aku akan memanggil kan ayahmu." Gersya berucap kembali. "Tidak perlu, serigala itu sedang mengamuk bukan." Fredi mendaratkan bongkongnya ke sofa besar terletak disana. "ANAKMU BERANI MENJATUHKAN KU. APA ANAK ITU INGIN MATI DI TANGANKU. SIAL!!" Terdengar suara Ambrik mengamuk di ruangan tertutup dengan seseorang yang Fredi sendiri tak tahu. Serigala mengerikan bernama Ambrik menemui Fredi. "Kau ingat jalan pulang." Ambrik berucap pada fredi. "Apa aku sebodoh itu, tak tau jalan pulang." Fredi tersenyum getir. "Fred, kau bisa membeli senjata dari perusahaan emran." Ambrik duduk di sisi depan Fredi. "Emran yang mana kau maksud." Tanya Fredi. "Emran Farnazio Pencily." Ambrik berucap tegas. "Apa kau sedang bercanda." Fredi berkomentar dingin. Fredi muak, Ia tak tertarik dengan senjata dari perusahaan emran. Ini sangat menjijikan, ia akan memperintah orang lain untuk melakukannya. "Apa kau tak puas menyiksa pria di dalam sana lalu akan membunuhnya dengan senjata Emran." Sindir fredi berasumsi. "Kau tak perlu tahu." Kalimat itu yang keluar dari lidah pedas ambrik. "Siapa wanita bersamamu, Fred." Ambrik menatap Fredi dengan raut wajah sulit di baca. "Wanita mana yang kau maksud." Fredi berjawab. "Jangan berpura bodoh, Fred. Aku tahu semua gerak gerikmu." Tentu dengan Ambrik mengawasi Fredi. Ambrik memberi tugas satu orang kepercayaan mengawasi Fredi. Semua yang di lakukan Fredi tanpa sepengetahuan Ambrik. Ambrik sudah menebaknya, termasuk argetta. Hanya satu yang tak dapat Ambrik ketahui, argetta adik Emran. Kebodohan Fredi dan ambrik suatu hari akan menjerumus mereka di Liang sangat dalam. FREDI TIDAK PERDULI Apa pun itu urusan pribadinya, ia tak perduli seringaian Ambrik. Fredi seakan tuli dia perduli setiap kata yang terucap dari Ambrik. Semenjak Ambrik memutuskan menikah lagi hubungan Ambrik dan Fredi semakin buruk. Fredi tak pernah pulang kecuali Ambrik memintanya. Fredi dengan Ambrik yang terkenal licik menurutnya. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD