BAB 03

1028 Words
AKU BUKAN DIA | 03 Alyssa sengaja menciptakan jarak di antara dirinya dan Samuel dengan cara menaruh beberapa bantal di tengah-tengah tubuh mereka berdua yang saat ini sudah akan berbaring di atas ranjang. Karena di tempat tidur itu terdapat cukup banyak bantal, dan hari pun sudah mulai malam. Namun, Samuel malah menarik semua bantal itu dengan sigap, lalu melemparkannya ke atas lantai, hingga membuat Alyssa terpekik di tempat. “Sam!” Kedua bola matanya Alyssa tampak memelotot dengan cukup besar. “Ambil lagi bantalnya.” “Tidak akan,” balas Samuel dengan nada santai. “Kalau kau ingin memeluk sesuatu, peluk saja aku.” Alyssa kontan mendengkus. Karena ia tidak akan sudi memeluk Samuel lagi setelah mengetahui kalau pria itu masih menyimpan foto sang mantan kekasih. Setelah itu, Alyssa pun mulai mencari posisi ternyaman sekaligus membenarkan letak selimut di tubuhnya. “Samuel, aku tidak ingin dipeluk olehmu.” Alyssa langsung berusaha melepaskan belitan tangan Samuel dari tubuhnya saat pria itu tiba-tiba saja memeluknya dari arah belakang. “Kenapa tidak ingin?” tanya Samuel yang sedang berbisik. “Karena aku tidak ingin menjadi bayang-bayang dari kekasihmu itu,” jawab Alyssa dengan sangat lugas. Padahal hatinya kembali berdenyut nyeri setiap kali mengingat tentang hal ini. “Alyss .... Tolong, jangan seperti ini.” Tetapi, Alyssa tidak peduli, dan tetap mencoba untuk melepaskan belitan tangannya Samuel dari tubuhnya saat ini. “Lepaskan aku sekarang juga, Sam. Karena aku ingin segera tidur dengan tenang.” Samuel pun akhirnya menuruti permintaannya Alyssa dengan sangat terpaksa, karena ia tidak ingin mengganggu waktu tidur istrinya. Tetapi, nanti, saat wanita itu sudah benar-benar terlelap dengan sangat nyenyak, ia akan kembali memeluk tubuh wanita itu seperti biasanya. Meskipun ia harus rela menunggu sampai tengah malam tiba. *** Alyssa langsung mengerang begitu menyadari ada sesuatu yang berbeda dari tubuhnya, seperti ... ada sebuah benda kenyal yang hinggap di lehernya, dan pinggulnya pun terasa dibelai dengan sangat s*****l*, hingga mampu membuat tidurnya jadi tidak tenang. Bahkan ia pun sudah dibuat menggelinjang dengan bibir yang sedikit terbuka. Awalnya Alyssa terhanyut, dan sempat menikmati apa yang tengah terjadi pada tubuhnya saat itu. Namun, ia langsung membuka matanya secara mendadak begitu samar-samar ia mendengar suaranya Samuel yang sudah sangat dihafal oleh gendang telinganya. “Samuel, apa yang sedang kau lakukan?!” seru Alyssa pada Samuel sembari mendorong bahu milik pria itu. Tetapi, dorongannya itu sama sekali tidak berpengaruh. “Alyss—” “Turun sekarang.” Alyssa langsung memotong ucapannya Samuel barusan dengan nada tegas. “Tidakkah kau menyadari jika tubuhmu itu sangat berat?” protesnya sambil menunjukkan raut wajah sebal. “Kenapa kau baru memprotesnya sekarang? Bukankah aku sudah pernah menindihmu dalam waktu yang cukup lama?” Pertanyaan Samuel itu kontan saja membuat wajahnya Alyssa jadi terasa memanas seketika, bahkan saat ini wajahnya pun sudah terlihat agak memerah. Ia jadi mengingat kembali malam panas yang sempat terjadi di malam kedua pernikahan mereka saat keduanya masih berada di Bali, tepatnya di salah satu suite room Daraja’s Hotel & Resort. Bahkan keesokan harinya, mereka pun sempat melakukannya lagi. Sampai beberapa kali. Karena mereka berdua sempat menginap selama 3 hari penuh di sana sebelum bertolak pergi ke Bandara bersama beberapa anggota keluarganya Alyssa yang ikut mengantarkan kepergian mereka berdua. “Aku sangat menginginkanmu sekarang.” Dan Alyssa pun langsung tersadar begitu mendengar ucapannya Samuel barusan. “Tapi tadi kau sangat sulit dibangunkan. Jadi, aku terpaksa membangunkanmu dengan cara seperti itu.” Samuel tampak tersenyum simpul. “Tapi, aku sedang tidak ingin b******a* denganmu. Jadi, menjauhlah dariku.” Alyssa langsung menolak keinginannya Samuel, dan kembali mendorong bahu pria itu. Tentu saja Samuel merasa kecewa saat mendengar hal itu meluncur dari bibirnya Alyssa, tapi ... ia tetap berusaha untuk membujuk istrinya. “Satu kali saja, pleaseee.” Samuel menatap Alyssa dengan pandangan memohonnya yang sangat kentara. “Aku sudah tidak bisa menahannya lagi, Alyss.” Alyssa langsung membuang muka. “Alyss ....” Samuel mengusap pucuk kepalanya Alyssa dengan sangat lembut. Namun, wanita itu sama sekali tidak mau menatap ke arah dirinya. Samuel cukup tahu diri kalau saat ini Alyssa sudah benar-benar tidak bisa dibujuk lagi. Jadi, dengan sangat terpaksa, Samuel pun segera bergegas dari atas tubuhnya Alyssa. Lalu ia duduk di pinggir ranjang sembari membenarkan gaun tidur milik istrinya yang sudah turun ke bawah sekaligus memperlihatkan bagian dadanya, karena tadi ia sudah sempat melabuhkan bibirnya di sana. Walaupun hanya sebentar. Alyssa baru menolehkan wajahnya setelah Samuel berlalu tanpa mengatakan apa-apa. Ia hanya menatap punggung Samuel yang menghilang di balik pintu kamar mandi mereka. Lalu, pandangannya pun bergeser ke arah jam digital yang terletak di atas nakas. Masih terlalu pagi bagi pria itu untuk mandi air dingin sekarang. Setelah menimbang-nimbang beberapa saat, akhirnya Alyssa pun memutuskan untuk segera menyusul Samuel sekaligus memberikan apa yang sedang pria itu inginkan. Karena diam-diam, sebenarnya ia sedang merasa kasihan. *** Samuel langsung menghela napas panjang setelah menutup pintu kamar mandi di belakang tubuhnya. Ia melangkah dengan gerakan pelan, serta bahu yang terkulai. Sebenarnya ia bisa saja memaksa Alyssa, apa lagi posisi tubuh mereka tadi sudah sangat menguntungkan bagi dirinya. Namun, ia tidak mau melakukannya dengan cara memaksa. Karena ia takut kalau hal itu malah akan semakin memperburuk hubungan mereka berdua. Tak lama setelah itu, Samuel pun bergerak untuk membuka baju kausnya, hingga menyisakan selembar celana boxer yang masih melekat di tubuhnya. Selanjutnya, Alyssa malah masuk ke dalam kamar mandi secara tiba-tiba, dan langsung menghampiri Samuel di dalam bilik shower yang dibiarkan terbuka. Hal itu kontan saja membuat Samuel menolehkan kepalanya, karena ia menyadari jika ada seseorang yang sedang berjalan mendekati dirinya. “Alyss,“ ucap Samuel dengan kedua bola mata yang terlihat melebar seketika. “Satu kali saja, ‘kan?” todong Alyssa secara tiba-tiba. Samuel yang masih terkejut dengan kehadiran Alyssa di sana, malah tampak kebingungan dengan pertanyaan wanita itu barusan. Namun, otaknya langsung bekerja begitu melihat Alyssa yang mulai menurunkan tali tipis di kedua bahunya. Lalu, Samuel pun segera meraih tubuhnya Alyssa dengan senyum cerah di wajahnya. “Jangan di sini,” bisik Samuel tepat di samping telinganya Alyssa. “Tapi, di atas tempat tidur saja.” ***** Bersambung .... Maaf ya baru bisa update lagi, tapi setelah ini insyaallah aku bakalan update secara rutin. Terima kasih :)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD