Perempuan Tak Lagi Diam

1347 Words

Matahari pagi menyelinap malu-malu lewat jendela dapur. Dara sudah berdiri sejak subuh, mengaduk adonan pisang goreng dengan wajah tenang. Tenang, tapi bukan berarti hatinya damai. Ia hanya lelah berperang. Pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada teriakan minta kopi dari Bu Rini, tidak ada suara Rafi mengeluh sendalnya hilang padahal ada di bawah meja. Rumah itu hening, tapi bukan damai. Lebih seperti badai yang sedang menahan napas. Zahra duduk di kursi makan, mengunyah pisang goreng dengan pelan sambil menggambar. Dara menatapnya sebentar. Anak itu adalah satu-satunya alasan dia masih bertahan sejauh ini. Rafi keluar dari kamar dengan baju rapi dan bau parfum baru. Dara melirik, tapi tak berkata sepatah pun. Rafi menatapnya, membuka mulut, lalu menutupnya lagi. Suara Bu Rini mengge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD